Rudal Iran Mengancam Eropa, Inggris Diprediksi Akan Andalkan Amerika
Senin, 23 Maret 2026 | 21:43 WIB
London, Beritasatu.com – Para ahli geopolitik dan pertahanan Inggris memperingatkan kemungkinan negara itu harus bergantung pada Amerika Serikat (AS) jika Iran pada akhirnya menargetkan serangan rudal ke wilayah Inggris.
Mengutip The Standard, Senin (23/3/2026), peringatan ini muncul setelah Iran menargetkan serangan ke pangkalan militer, pangkalan udara gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Kepulauan Chagos. Para pakar pertahanan Inggris mulai khawatir dengan kemampuan rudal Iran yang semakin luas.
Sebelumnya, Iran menargetkan Diego Garcia dengan dua rudal balistik, sebelum pemerintah Inggris memberikan izin kepada AS untuk menyerang situs rudal yang mengarah ke Selat Hormuz.
Wall Street Journal melaporkan, satu rudal Iran berhasil ditembak jatuh, sementara yang lainnya gagal. Namun, lokasi Diego Garcia yang hanya berjarak 2.360 mil atau sekitar 4.000 kilometer dari Iran tetap menimbulkan kekhawatiran terkait kemampuan serangan jangkauan jauh Iran.
Sementara itu, militer Israel mengeklaim, rudal Iran dapat menempuh jarak lebih dari 2.485 mil, yang berpotensi mengancam beberapa negara di Eropa.
“Kami sudah mengatakannya. Rezim teroris Iran merupakan ancaman global,” kata Israel Defence Force (IDF).
Pada sisi pertahanan keamanan, Inggris memiliki sistem pencegat rudal seperti Sea Viper yang dipasang pada kapal perusak Tipe 45, termasuk HMS Dragon. Namun, sistem ini mahal untuk dipelihara dan jumlah rudal yang dapat dibawa di kapal pun terbatas.
Menurut analis militer Sky News, Sean Bell, Kementerian Pertahanan Inggris telah lama mencurigai Iran berupaya mengembangkan kemampuan menyerang wilayah AS, yang berarti rudal Iran juga mampu mencapai Inggris.
“Jujur saja, jika salah satu rudal ini ditembakkan ke Inggris, kita akan dapat melacaknya saat datang, tetapi tidak akan ada cara untuk benar-benar menembak jatuh rudal tersebut,” kata Sean.
Pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch, menilai Perdana Menteri Inggris Keir Starmer seharusnya berterus terang kepada publik Inggris tentang detail serangan Iran tersebut.
“Keir Starmer telah ragu-ragu dan menunda-nunda dalam konflik Iran sejak awal. Sekarang kita tahu pangkalan Inggris di Diego Garcia menjadi target serangan rudal Iran dari media, bukan dari perdana menteri,” tegas Badenoch.
Ia juga menegaskan Starmer perlu menjelaskan mengapa rakyat Inggris tidak diberitahu lebih awal terkait serangan rudal Iran itu.
“Starmer perlu menjelaskan mengapa publik tidak diberitahu lebih awal,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




