ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Foto Ungkap Pesawat Mata-mata Rp 8 T Milik AS Rontok Dirudal Iran

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:55 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Foto-foto terbaru mengungkap kehancuran pesawat radar E-3 Sentry AS senilai US$ 500 juta di Pangkalan Pangeran Sultan akibat serangan rudal dan drone Iran.
Foto-foto terbaru mengungkap kehancuran pesawat radar E-3 Sentry AS senilai US$ 500 juta di Pangkalan Pangeran Sultan akibat serangan rudal dan drone Iran. (Turkiye Today/Turkiye Today)

Riyadh, Beritasatu.com –  Foto-foto terbaru menunjukkan pesawat peringatan dini E-3 Sentry milik Amerika Serikat, yang bernilai lebih dari US$ 500 juta (sekitar Rp 8 triliun), hancur total dalam serangan Iran. Pesawat radar canggih ini dilaporkan terkena hantam saat berada di Pangkalan Angkatan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.

Bocoran dokumentasi dari akun militer Air Force Amn/Nco/Snco memperlihatkan kerusakan fatal pada pesawat dengan kode identifikasi "OK" tersebut. Bagian ekor pesawat tampak hancur total dengan bekas hangus yang meluas, sementara antena radar raksasanya telah roboh.

Data geografis mengonfirmasi bahwa pesawat berkode "81-0005" ini berada di jalur landasan Bandara Pangeran Sultan saat serangan terjadi. Pesawat E-3G tersebut diketahui merupakan bagian dari Sayap Komando Lintas Udara ke-552 yang bermarkas di Oklahoma.

ADVERTISEMENT

Pakar penerbangan militer menyebut kerusakan ini mustahil untuk diperbaiki. "Menyebut E-3 sekadar rusak adalah pernyataan yang meremehkan. Pada dasarnya pesawat itu hancur total," tegas David Cenciotti, Pemimpin Redaksi The Aviationist, Minggu (29/3/2026).

Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa serangan rudal dan drone Iran memang menyasar aset udara strategis AS. Selain pesawat radar, serangan tersebut dikabarkan melukai 12 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar.

Kehancuran unit ini menjadi pukulan telak bagi Angkatan Udara AS. Pasalnya, pesawat E-3 Sentry dijuluki sebagai "Mata yang Maha Melihat" karena kemampuannya mendeteksi ancaman udara dari jarak ratusan kilometer.

Saat ini, militer AS dilaporkan hanya memiliki 16 unit E-3 Sentry yang masih beroperasi secara global. Dengan tingkat kesiapan armada yang hanya 55 persen, hilangnya satu unit merupakan degradasi signifikan bagi kemampuan pengawasan udara AS.

Hingga berita ini diturunkan, Komando Pusat AS (Centcom) masih enggan memberikan komentar resmi terkait foto-foto kehancuran aset mahal tersebut. Namun, citra satelit sumber terbuka (OSINT) telah menunjukkan bekas hangus besar di area parkir pangkalan tersebut.

Pengerahan enam pesawat E-3 ke Arab Saudi sebelumnya mencakup hampir 40 persen dari total armada Sentry yang dimiliki AS. Insiden ini menandai salah satu kerugian material terbesar bagi militer AS dalam konflik terbuka belakangan ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon