ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Balasan Iran atas Ancaman Zaman Batu Trump: Tembak Rudal ke Tel Aviv

Jumat, 3 April 2026 | 13:21 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Serangan rudal Iran di Petah Tikva, 20 kilometer dari Tel Aviv, Israel.
Serangan rudal Iran di Petah Tikva, 20 kilometer dari Tel Aviv, Israel. (X.com/@manniefabian)

Teheran, Beritasatu.com – Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan siap membuat Iran kembali ke zaman batu langsung mendapat respons keras dari Teheran. Pada Kamis (2/4/2026) waktu setempat, Iran mengancam akan meluncurkan serangan balasan dahsyat yang dapat meruntuhkan AS dan sekutunya, Israel.

Mengutip laporan AFP, Jumat (3/4/2026), Iran dilaporkan langsung meluncurkan serangan balasan dengan menargetkan sistem pertahanan udara Israel dengan menembakkan rudal ke Tel Aviv pada Kamis (2/4/2026) malam. Serangan tersebut menyebabkan empat orang di Tel Aviv mengalami luka ringan. 

Militer Israel sebelumnya telah memperingatkan warganya terkait kemungkinan serangan rudal dari Iran. Tak lama kemudian, militer Israel juga melaporkan adanya peluncuran rudal lain yang berasal dari Yaman.

ADVERTISEMENT

Kelompok Houthi Yaman kemudian mengatakan pihaknya meluncurkan serangan rudal keempat ke Israel, menembakkan rentetan rudal balistik ke sejumlah target di wilayah Tel Aviv. 

Pada saat yang hampir bersamaan, laporan juga menyebutkan terjadi serangkaian ledakan keras di seluruh wilayah Teheran. Namun hingga berita ini diturunkan, siapa atau apa target utama dari ledakan tersebut belum diketahui secara pasti.

Sementara itu, media televisi pemerintah Iran melaporkan serangan gabungan AS dan Israel telah menghantam sebuah jembatan di Karaj, wilayah di sebelah barat Teheran, sebanyak dua kali pada Kamis (2/4/2026). Serangan pertama dilaporkan mengenai warga sipil, sementara serangan kedua terjadi ketika tim darurat tengah melakukan penanganan di lokasi.

Selain itu, dua pabrik baja terbesar di Teheran disebutkan terpaksa harus menghentikan operasionalnya akibat serangan berulang yang diklaim oleh pihak perusahaan tersebut dilakukan oleh AS dan Israel. 

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Komando Pusat Militer Iran menyatakan gelombang serangan terbaru mereka menargetkan sejumlah lokasi di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Israel yang mencakup industri baja Amerika di Abu Dhabi, industri aluminium AS di Bahrain, hingga pabrik senjata Rafael milik Israel.

Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan yang menghantam fasilitas industri Iran, termasuk beberapa pabrik baja di ibu kota Teheran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon