Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15E, Pilot AS Diduga Ditangkap
Jumat, 3 April 2026 | 20:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melaporkan berhasil menembak jatuh pesawat tempur Amerika Serikat F-15E di wilayah Iran Tengah pada Jumat (3/4/2026) waktu setempat. Dalam peristiwa tersebut sang pilot bahkan diyakini telah ditangkap oleh IRGC.
IRCG bahkan merilis video momen-momen di mana pesawat tersebut berhasil dijatuhkan. Beberapa serpihan dari pesawat yang tertembak jatuh juga diedarkan melalui media sosial.
Koresponden kantor berita Tasnim di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad menyebut bahwa pilot tersebut memang berhasil keluar dari pesawat menggunakan kursi pelontar sebelum jet tempur hancur sepenuhnya. Laporan awal menunjukkan bahwa pilot tersebut mendarat dengan selamat di dalam wilayah teritorial Iran, yang memicu pengejaran intensif oleh unit militer darat Iran di area pegunungan tersebut.
Amerika Serikat dilaporkan segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) secara besar-besaran. Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa militer AS mengerahkan beberapa helikopter Black Hawk, pesawat Hercules C-130, serta sejumlah drone pengintai untuk menyisir area tersebut.
“Namun, ketiadaan koordinat GPS yang akurat dari sistem pelontar pilot menunjukkan adanya kendala teknis atau gangguan sinyal di wilayah tersebut,” tulis United 24 Media.
Laporan dari Defense Blog menyebutkan bahwa pesawat yang ditembak jatuh tersebut kemungkinan besar berasal dari Skuadron Tempur ke-494. Skuadron ini merupakan unit elite Angkatan Udara Amerika Serikat yang memang mengoperasikan armada Strike Eagle untuk misi-misi serangan jarak jauh.
“Video yang beredar memperlihatkan serpihan logam yang konsisten dengan mesin ganda, ciri khas dari jet tempur taktis tersebut,” tulis Defense Blog.
F-15E Strike Eagle sendiri dikenal sebagai "tulang punggung" serangan udara AS yang dirancang untuk penetrasi dalam ke wilayah musuh sambil tetap memiliki kemampuan duel udara ke udara yang mumpuni. Jika informasi ini terkonfirmasi, jatuhnya pesawat ini menjadi pukulan telak bagi supremasi udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah membara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pentagon maupun Angkatan Udara AS belum memberikan pernyataan resmi terkait hilangnya unit pesawat mereka. Keheningan dari pihak Washington ini memicu berbagai spekulasi mengenai status misi yang sedang dijalankan serta nasib para kru yang mengoperasikan pesawat tersebut pada saat kejadian berlangsung.
Pemerintah Iran pun masih menutup rapat informasi mengenai jenis sistem pertahanan udara apa yang mereka gunakan untuk melumpuhkan pesawat tersebut. Tidak adanya data mengenai status awak pesawat—apakah mereka tertangkap, gugur, atau berhasil melarikan diri, menambah ketegangan di zona konflik yang sudah sangat tidak stabil ini.
Sebelumnya, IRGC juga sudah membuat klaim mengejutkan dengan menyatakan telah menembak jatuh pesawat Amerika lainnya jet tempur siluman F-35. Menurut pernyataan resmi mereka, pesawat canggih tersebut dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara baru milik angkatan dirgantara IRGC. Klaim ini menyebutkan bahwa pesawat tersebut berasal dari skuadron Lakenheath dan hancur total saat menghantam bumi.
Meskipun IRGC sempat menyatakan kecil kemungkinan pilot F-35 selamat dari ledakan hebat, muncul laporan simpang siur yang menyebutkan adanya aktivitas parasut di sekitar lokasi kejadian. Hal ini menciptakan ketidakpastian mengenai nasib kru pesawat kedua. Hingga saat ini, pihak Pentagon belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim jatuhnya F-35 tersebut, sementara beberapa analis independen masih meragukan bukti foto reruntuhan yang beredar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




