ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Badai Petir Hantam Timur Tengah, Dubai Terendam Banjir

Minggu, 5 April 2026 | 16:39 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Suasana jalan raya di Uni Emirat Arab terendam banjir.
Suasana jalan raya di Uni Emirat Arab terendam banjir. (The Guardian/AP)

Jakarta, Beritasatu.com – Badai petir hebat dan banjir besar melanda beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Qatar. Peristiwa ini memicu kerusakan yang cukup besar pada infrastruktur dan permukiman, serta menimbulkan kekhawatiran tentang tren cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (5/4/2026), curah hujan ekstrem tersebut mencapai 150 milimeter (mm) hanya dalam beberapa hari, melanda Semenanjung Arab yang biasanya didominasi iklim gurun yang kering. Hujan deras ini dipicu oleh aliran arus air yang sangat kuat sehingga menciptakan area tekanan rendah di utara Arab Saudi dan menarik udara tropis lembap dari Samudra Hindia.

Selain itu, di Oman terdapat hujan es sebesar bola tenis turun bersamaan dengan hujan deras pada Rabu (1/4/2026) malam. Sementara itu, ibu kota Qatar, Doha, juga dilanda banjir pada hari yang sama.

ADVERTISEMENT

Badai petir berlanjut pada Kamis (2/4/2026) malam, dengan garis badai lebih terorganisir melintasi UEA, menghantam daerah padat penduduk seperti Dubai dan Abu Dhabi, dengan hembusan angin hingga 80 mph dan hujan es besar.

Meski badai petir bukanlah hal yang asing di wilayah ini, Dubai pernah mengalami banjir ekstrem pada April 2024, yaitu badai berlangsung selama beberapa hari ini lebih mirip dengan bencana yang biasa terjadi di Amerika Serikat (AS) atau Eropa tengah pada musim semi dan musim panas.

Sebuah stasiun cuaca di Jebel Yanas di bagian utara UEA mencatat curah hujan hingga 244 mm, jauh melebihi total curah hujan tahunan yang biasanya hanya sekitar 60 mm hingga 100 mm. Peristiwa ini mencerminkan tren global yang semakin jelas, yaitu intensitas badai yang lebih besar seiring dengan meningkatnya suhu global akibat pemanasan iklim.

Selanjutnya, perhatian beralih ke wilayah Mediterania, di mana sistem tekanan rendah yang berkembang di tenggara Italia diperkirakan akan membawa hujan lebat dan badai petir ke Yunani, Turki, dan negara-negara lain di Eropa tenggara pada minggu ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon