Blokade Iran, AS Klaim Kuasai Laut Timur Tengah
Rabu, 15 April 2026 | 10:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah mencapai keunggulan maritim di kawasan Timur Tengah menyusul penerapan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Komando Pusat AS (Centcom) dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Senin (14/4/2026) malam menyebut bahwa blokade tersebut telah sepenuhnya diterapkan dalam waktu 36 jam sejak diluncurkan.
Pernyataan itu mengutip Kepala Centcom, Laksamana Brad Cooper, yang menegaskan langkah militer tersebut berhasil menghentikan seluruh aktivitas perdagangan laut yang masuk dan keluar dari Iran.
Langkah ini merupakan bagian dari eskalasi kebijakan AS dalam menekan Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Blokade laut terhadap Iran dinilai menjadi strategi kunci untuk membatasi pergerakan ekonomi dan logistik negara tersebut, terutama dalam sektor energi dan ekspor minyak yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Iran.
Namun, sejumlah pengamat menilai klaim keunggulan maritim AS perlu dilihat secara hati-hati, mengingat dinamika di lapangan masih sangat kompleks dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Selain itu, langkah penghentian perdagangan laut juga berisiko memicu respons dari Iran, yang sebelumnya telah memperingatkan akan mengambil tindakan jika aksesnya di Selat Hormuz terganggu.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan energi global yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi berdampak langsung pada stabilitas harga energi global.
Dengan situasi yang terus berkembang, ketegangan antara AS dan Iran diperkirakan masih akan menjadi perhatian utama dunia internasional dalam beberapa waktu ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




