WHO: Varian Delta Covid Menyebar ke 80 Negara
Kamis, 17 Juni 2021 | 16:24 WIB
Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian delta Covid yang pertama kali terdeteksi di India, kini telah menyebar ke 80 negara dan terus bermutasi.
Seperti dilaporkan CNBC, Rabu (16/6/2021), varian delta sekarang menjadi 10% dari semua kasus baru di Amerika Serikat, atau naik dari 6% minggu lalu. Penelitian telah menunjukkan varian ini bahkan lebih menular daripada varian lainnya.
Pejabat WHO mengatakan beberapa laporan telah menemukan bahwa itu juga menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kesimpulan tersebut.
"WHO juga melacak laporan terbaru dari varian 'delta plus'. Menurut saya, ini berarti ada mutasi tambahan yang telah diidentifikasi," kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO.
"Di beberapa varian delta, kami telah melihat satu mutasi lebih sedikit atau satu penghapusan alih-alih tambahan, jadi kami melihat semuanya," ujarnya.
Inggris baru-baru ini mencatat varian delta menjadi strain dominan di sana, melampaui varian alfa aslinya, yang pertama kali terdeteksi di negara itu musim gugur lalu. Varian delta sekarang membuat lebih dari 60% kasus baru di Inggris.
Anthony Fauci, kepala penasihat medis presiden Amerika Serikat (AS), mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya tidak bisa membiarkan itu terjadi di Amerika Serikat," saat ia mendorong agar lebih banyak orang divaksinasi, terutama orang dewasa muda.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menetapkan varian delta sebagai varian yang menjadi perhatian di AS pada Selasa. WHO menetapkan varian delta sebagai varian yang menjadi perhatian pada awal Mei.
Pada Selasa (15/6), WHO pada hari Selasa juga menambahkan mutasi Covid lainnya, varian lambda, ke dalam daftar varian yang diminati. Badan tersebut memantau lebih dari 50 varian Covid yang berbeda, tetapi tidak semuanya menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang cukup untuk membuat daftar pantauan resmi WHO.
"Varian lambda memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan yang dapat berdampak pada penularannya, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mutasi," kata Van Kerkhove.
Varian lambda telah terdeteksi oleh para ilmuwan di Amerika Selatan, termasuk di Cile, Peru, Ekuador dan Argentina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




