ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

WHO: Varian Delta Covid Menyebar ke 80 Negara

Kamis, 17 Juni 2021 | 16:24 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Seorang pejalan kaki yang mengenakan penutup wajah berjalan melewati tanda untuk walk-in pusat pengujian Covid-19 di Blackburn, barat laut Inggris pada Rabu 16 Juni 2021. Pemerintah Inggris pada Senin mengumumkan penundaan empat minggu untuk pencabutan pembatasan virus corona di Inggris karena lonjakan infeksi yang disebabkan oleh Delta.
Seorang pejalan kaki yang mengenakan penutup wajah berjalan melewati tanda untuk walk-in pusat pengujian Covid-19 di Blackburn, barat laut Inggris pada Rabu 16 Juni 2021. Pemerintah Inggris pada Senin mengumumkan penundaan empat minggu untuk pencabutan pembatasan virus corona di Inggris karena lonjakan infeksi yang disebabkan oleh Delta. (AFP/Oli SCARFF)

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian delta Covid yang pertama kali terdeteksi di India, kini telah menyebar ke 80 negara dan terus bermutasi.

Seperti dilaporkan CNBC, Rabu (16/6/2021), varian delta sekarang menjadi 10% dari semua kasus baru di Amerika Serikat, atau naik dari 6% minggu lalu. Penelitian telah menunjukkan varian ini bahkan lebih menular daripada varian lainnya.

Pejabat WHO mengatakan beberapa laporan telah menemukan bahwa itu juga menyebabkan gejala yang lebih parah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kesimpulan tersebut.

"WHO juga melacak laporan terbaru dari varian 'delta plus'. Menurut saya, ini berarti ada mutasi tambahan yang telah diidentifikasi," kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO.

ADVERTISEMENT

"Di beberapa varian delta, kami telah melihat satu mutasi lebih sedikit atau satu penghapusan alih-alih tambahan, jadi kami melihat semuanya," ujarnya.

Inggris baru-baru ini mencatat varian delta menjadi strain dominan di sana, melampaui varian alfa aslinya, yang pertama kali terdeteksi di negara itu musim gugur lalu. Varian delta sekarang membuat lebih dari 60% kasus baru di Inggris.

Anthony Fauci, kepala penasihat medis presiden Amerika Serikat (AS), mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya tidak bisa membiarkan itu terjadi di Amerika Serikat," saat ia mendorong agar lebih banyak orang divaksinasi, terutama orang dewasa muda.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menetapkan varian delta sebagai varian yang menjadi perhatian di AS pada Selasa. WHO menetapkan varian delta sebagai varian yang menjadi perhatian pada awal Mei.

Pada Selasa (15/6), WHO pada hari Selasa juga menambahkan mutasi Covid lainnya, varian lambda, ke dalam daftar varian yang diminati. Badan tersebut memantau lebih dari 50 varian Covid yang berbeda, tetapi tidak semuanya menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang cukup untuk membuat daftar pantauan resmi WHO.

"Varian lambda memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan yang dapat berdampak pada penularannya, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mutasi," kata Van Kerkhove.

Varian lambda telah terdeteksi oleh para ilmuwan di Amerika Selatan, termasuk di Cile, Peru, Ekuador dan Argentina.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus

WHO Pastikan Tak Ada Kematian Baru Akibat Wabah Hantavirus

INTERNASIONAL
Waspada! Virus Hantavirus Menular lewat 2 Cara Ini

Waspada! Virus Hantavirus Menular lewat 2 Cara Ini

LIFESTYLE
Bikin Dunia Panik, Ini 7 Fakta Penting Hantavirus yang Perlu Diketahui

Bikin Dunia Panik, Ini 7 Fakta Penting Hantavirus yang Perlu Diketahui

LIFESTYLE
WHO Ingatkan Ancaman Hantavirus, Kasus Baru Bisa Bermunculan

WHO Ingatkan Ancaman Hantavirus, Kasus Baru Bisa Bermunculan

INTERNASIONAL
Update Hantavirus: Penumpang Terakhir Kapal MV Hondius Dipulangkan

Update Hantavirus: Penumpang Terakhir Kapal MV Hondius Dipulangkan

LIFESTYLE
Risiko Wabah Hantavirus Global Rendah, Begini Prediksi WHO

Risiko Wabah Hantavirus Global Rendah, Begini Prediksi WHO

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon