Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Pernah Ingin Jadi Pendeta
Senin, 9 Mei 2022 | 13:59 WIB
Seoul, Beritasatu.com - Yoon Suk-yeol pada Selasa (10/5/2022) besok bakal dilantik menjadi Presiden Korea Selatan (Korsel), sesuatu yang di luar jalurnya mengingat ia pernah ingin jadi pendeta. Namun ia ternyata mengunci jalurnya menuju ke posisi puncak politik Korsel.
Yoon Suk-yeol juga pernah punya julukan "ayam petarung" karena kegigihannya sebagai jaksa.
Terpilih pada Maret 2022, mantan jaksa agung berusia 61 tahun itu baru secara resmi memasuki situasi dan lingkup kegiatan politik Korea ketika ia menyatakan pencalonannya sebagai presiden pada Juni tahun lalu.
Baca Juga: Perbaiki Hubungan, Delegasi Presiden Terpilih Korsel Bertemu PM Jepang
Pencalonan Yoon Suk-yeol itu terjadi setelah dia dirayu oleh kelompok konservatif karena menunjukkan sifat yang tidak kenal kompromi saat mengajukan kasus tuduhan suap terhadap seorang pembantu utama Presiden Moon Jae-in.
Digambarkan oleh rekan-rekannya sebagai orang yang bersemangat dan suka berteman, Yoon Suk-yeol berjuang untuk memerangi korupsi dan menciptakan lapangan permainan ekonomi yang lebih seimbang sambil mengupayakan sikap yang lebih keras terhadap Korea Utara.
Pengangkatan Yoon Suk-yeol sebagai jaksa agung pada 2019 terjadi setelah ia berkecimpung dalam pelayanan hukum selama lebih dari dua dekade, yakni saat ia memenjarakan banyak orang di seluruh spektrum politik nasional karena kasus korupsi.
Lahir pada 1960 di Seoul, Yoon Suk-yeol lulus dari sebuah sekolah dasar misionari, di mana dia mengaku memendam ambisi untuk menjadi seorang pendeta, sebelum akhirnya memutuskan untuk belajar hukum atas saran ayahnya, yang adalah seorang profesor ekonomi terkenal.
Namun, Yoon Suk-yeol cukup lambat untuk bergabung ke kantor kejaksaan karena ia lulus ujian pengacara sudah pada upayanya yang kesembilan pada 1991.
Yoon Suk-yeol suka berteman dan bersosialisasi sambil minum-minum, dan masih mempertahankan hubungan lama dengan teman-teman yang sekarang menduduki jabatan penting di pemerintahan dan perusahaan, kata sejumlah asistennya kepada Reuters.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




