ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Efisiensi Anggaran, Gubernur Terpilih Jawa Barat Dedi Mulyadi Siap Pangkas Belanja Tak Prioritas

Minggu, 16 Februari 2025 | 16:00 WIB
D
IC
Penulis: Dayat | Editor: CAH
Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi. (Antara/Raisan Al Farisi)

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur terpilih Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mengurangi belanja yang tidak mendesak guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dedi memastikan langkah efisiensi tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap pembangunan yang menyangkut kebutuhan utama masyarakat Jawa Barat.

"Sebelum resmi menjabat, saya telah melakukan kajian terhadap anggaran pembangunan di Jabar. Saya ingin memastikan bahwa dana yang tersedia benar-benar digunakan untuk kebutuhan utama masyarakat dan tidak dialokasikan untuk hal-hal yang kurang penting," ujar Dedi seusai menjalani tes kesehatan di Kemendagri, Minggu (16/2/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan beberapa langkah konkret dalam pemangkasan anggaran yang dianggap tidak esensial, seperti menghapus anggaran untuk seragam dinas, menghilangkan anggaran perjalanan dinas luar negeri yang sebelumnya mencapai Rp 1,5 miliar, serta memangkas anggaran perjalanan dinas dalam negeri dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 700 juta.

Dedi Mulyadi mengungkapkan total efisiensi dari penghapusan belanja tidak prioritas, termasuk perjalanan dinas, seminar, dan proyek yang dianggap kurang mendesak, mencapai Rp 5 triliun.

Dana yang berhasil dihemat tersebut, kata Dedi Mulyadi, akan dialokasikan untuk sektor pendidikan, seperti pembangunan ruang kelas dan sekolah baru. Selain itu, juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan lintas, mencakup kawasan Parung Panjang, jalur Puncak Dua, hingga jalan penghubung Sukabumi-Pangandaran.

Di sektor ketahanan pangan, dana efisiensi akan dialihkan untuk pembangunan irigasi serta peningkatan mutu laboratorium guna menghasilkan bibit padi berkualitas tinggi. Sementara itu, untuk sektor kesehatan, anggaran ini akan dimanfaatkan dalam pengintegrasian layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit rujukan hingga puskesmas pembantu.

"Seluruh anggaran yang dialokasikan ini memiliki target untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta irigasi di Jabar pada 2026. Dengan begitu, pada 2027 kita bisa lebih fokus dalam meningkatkan investasi daerah agar Jabar memiliki daya tarik investasi yang kuat," jelas Dedi Mulyadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Sanggup Atasi Sampah, 1 Ketua RW dan 6 Ketua RT di Cipayung Mundur

Tak Sanggup Atasi Sampah, 1 Ketua RW dan 6 Ketua RT di Cipayung Mundur

JAWA BARAT
Apindo Jabar Soroti Kepastian Investasi di Tengah Kebijakan Tata Ruang

Apindo Jabar Soroti Kepastian Investasi di Tengah Kebijakan Tata Ruang

EKONOMI
Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 16 Orang

Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 16 Orang

JAWA BARAT
RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

EKONOMI
Berakar dari Jawa Barat, Aturan Pajak Ini Kini Berlaku secara Nasional

Berakar dari Jawa Barat, Aturan Pajak Ini Kini Berlaku secara Nasional

NASIONAL
Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon