ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ledakan Amunisi di Garut, Ini Daftar 13 Korban yang Tewas

Senin, 12 Mei 2025 | 17:17 WIB
JG
DM
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: DM
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, ledakan amunisi diGarut terjadi saat jajaran Gudang Pusat Munisi III TNI AD melakukan prosedur penghancuran amunisi afkir, Minggu, 12 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIB.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, ledakan amunisi diGarut terjadi saat jajaran Gudang Pusat Munisi III TNI AD melakukan prosedur penghancuran amunisi afkir, Minggu, 12 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIB. (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)

Garut, Beritasatu.com - Sebanyak 13 korban tewas akibat ledakan amunisi di Garut, tepatnya Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Jawa Barat. Ledakan terjadi ketika pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh TNI AD.

Menurut keterangan resmi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, ledakan terjadi saat jajaran Gudang Pusat Munisi III TNI AD melakukan prosedur penghancuran amunisi afkir, Minggu (12/5/2025), sekitar pukul 09.30 WIB.

Daftar Korban Tewas: 4 Prajurit dan 9 Warga Sipil

Korban prajurit TNI AD yang tewas:
1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan (kepala Gudang Pusat Munisi III)
2. Mayor Cpl Anda Rohanda (kasi administrasi pergudangan)
3. Kopda Eri Priambodo (anggota gudang)
4. Pratu Aprio Setiawan (anggota gudang)

ADVERTISEMENT

Korban warga sipil yang tewas terkait ledakan amunisi di Garut:
1. Agus
2. Ipan
3. Anwar
4. Iyus
5. Iyus Rizal
6. Toto
7. Dadang
8. Rustiawan
9. Endang

Kronologi Ledakan

Awalnya, pemusnahan amunisi dilakukan secara prosedural dan berjalan aman. Sebanyak dua sumur disiapkan untuk penghancuran amunisi afkir dengan metode ledakan. Namun, insiden terjadi saat tim menyiapkan lubang ketiga untuk memusnahkan detonator.

Ledakan mendadak terjadi dari lubang tersebut, menewaskan prajurit dan warga sipil yang berada di lokasi. “Warga sekitar diduga mendekat ke area seusai mendengar ledakan pertama karena terbiasa mencari serpihan logam,” ujar Brigjen Wahyu.

Pihak TNI AD menegaskan investigasi mendalam sedang berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden ledakan amunisi di Garut. Kebiasaan warga yang mendekat setelah pemusnahan juga tengah dikaji sebagai faktor risiko keselamatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi

NASIONAL
Ledakan Amunisi di Garut, Puan Maharani: TNI Harus Bertanggung Jawab

Ledakan Amunisi di Garut, Puan Maharani: TNI Harus Bertanggung Jawab

NASIONAL
Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon