Program MBG Diperluas, PBNU Siapkan 1.000 Dapur Umum
Rabu, 30 Juli 2025 | 01:04 WIB
Purwakarta, Beritasatu.com - Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus diperluas. Terbaru, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mendirikan 1.000 dapur umum untuk mendukung kelancaran program ini, khususnya bagi para pelajar. Ditargetkan pada Agustus 2025, puluhan dapur sudah mulai beroperasi.
PBNU telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah konkret untuk menyediakan dan mengelola dapur umum. Saat ini, PBNU tengah menyiapkan berbagai aspek penting seperti kelayakan alat masak, menu, bahan makanan, hingga pembangunan dapur umum itu sendiri.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebutkan pembangunan dapur umum akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia. Salah satu titik yang sudah dimulai adalah di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Purwakarta.
Gus Yahya sapaan akrab Yahya Cholil Staquf menjelaskan, saat ini ada 47 titik dapur tengah dalam proses persiapan pembangunan. Sebanyak tujuh dapur telah selesai dibangun dan disurvei, sementara satu dapur lagi siap beroperasi tinggal menunggu penunjukan kepala dapur, yaitu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI), yang akan mengelola operasionalnya.
Dalam waktu dekat, PBNU juga akan meresmikan 10 titik SPPI yang siap menjalankan program.
"Untuk tahap pertama, ada 218 yayasan berbasis pesantren dan lembaga pendidikan di lingkungan NU yang telah mendaftar melalui portal Badan Gizi Nasional," ujar Gus Yahya seusai melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan dapur umum, Selasa (29/7/2025).
Gus Yahya menambahkan proses verifikasi dilakukan secara ketat agar dapur yang dibangun benar-benar layak dan siap digunakan.
"Sejak penandatanganan MoU pada 5 Februari lalu, kami langsung membentuk satgas percepatan pelaksanaan program makan bergizi gratis di lingkungan NU. Proses koordinasi berjalan intens, dan beberapa dapur bahkan sudah mulai beroperasi, termasuk di Bekasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan lebih dari 400 pesantren NU memiliki jumlah santri di atas 1.000 orang. Dari total 26.000 pesantren besar dan kecil, serta lebih dari 10.000 sekolah dan madrasah yang berada di bawah naungan NU, lembaga pendidikan ini melayani sekitar 5 juta santri dan siswa.
Selain mendapatkan makanan bergizi, para penerima manfaat juga akan diberikan edukasi gizi dan pemahaman tentang pentingnya pola makan sehat. Gus Yahya menekankan inisiatif ini bertujuan mencetak generasi muda yang cerdas dan unggul, sebagai bekal menghadapi masa depan bangsa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




