ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program MBG Diperluas, PBNU Siapkan 1.000 Dapur Umum

Rabu, 30 Juli 2025 | 01:04 WIB
ES
IC
Penulis: Elan Suherlan | Editor: CAH
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mendirikan 1.000 dapur umum untuk mendukung kelancaran program Presiden Prabowo, dengan melakukan peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mendirikan 1.000 dapur umum untuk mendukung kelancaran program Presiden Prabowo, dengan melakukan peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

‎‎Purwakarta, Beritasatu.com - Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus diperluas. Terbaru, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mendirikan 1.000 dapur umum untuk mendukung kelancaran program ini, khususnya bagi para pelajar. Ditargetkan pada Agustus 2025, puluhan dapur sudah mulai beroperasi.

‎PBNU telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah konkret untuk menyediakan dan mengelola dapur umum. Saat ini, PBNU tengah menyiapkan berbagai aspek penting seperti kelayakan alat masak, menu, bahan makanan, hingga pembangunan dapur umum itu sendiri.

‎Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebutkan pembangunan dapur umum akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia. Salah satu titik yang sudah dimulai adalah di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Purwakarta.

ADVERTISEMENT

‎Gus Yahya  sapaan akrab Yahya Cholil Staquf  menjelaskan, saat ini ada 47 titik dapur tengah dalam proses persiapan pembangunan. Sebanyak tujuh dapur telah selesai dibangun dan disurvei, sementara satu dapur lagi siap beroperasi tinggal menunggu penunjukan kepala dapur, yaitu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI), yang akan mengelola operasionalnya. 

Dalam waktu dekat, PBNU juga akan meresmikan 10 titik SPPI yang siap menjalankan program.

‎"Untuk tahap pertama, ada 218 yayasan berbasis pesantren dan lembaga pendidikan di lingkungan NU yang telah mendaftar melalui portal Badan Gizi Nasional," ujar Gus Yahya seusai melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan dapur umum, Selasa (29/7/2025).

‎Gus Yahya menambahkan proses verifikasi dilakukan secara ketat agar dapur yang dibangun benar-benar layak dan siap digunakan.

‎"Sejak penandatanganan MoU pada 5 Februari lalu, kami langsung membentuk satgas percepatan pelaksanaan program makan bergizi gratis di lingkungan NU. Proses koordinasi berjalan intens, dan beberapa dapur bahkan sudah mulai beroperasi, termasuk di Bekasi," jelasnya.

‎Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan lebih dari 400 pesantren NU memiliki jumlah santri di atas 1.000 orang. Dari total 26.000 pesantren besar dan kecil, serta lebih dari 10.000 sekolah dan madrasah yang berada di bawah naungan NU, lembaga pendidikan ini melayani sekitar 5 juta santri dan siswa.

‎Selain mendapatkan makanan bergizi, para penerima manfaat juga akan diberikan edukasi gizi dan pemahaman tentang pentingnya pola makan sehat. Gus Yahya menekankan inisiatif ini bertujuan mencetak generasi muda yang cerdas dan unggul, sebagai bekal menghadapi masa depan bangsa.‎
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

NASIONAL
Kampus Kelola MBG Berpotensi Ancam Independensi Akademik

Kampus Kelola MBG Berpotensi Ancam Independensi Akademik

NASIONAL
Ibas Dorong Sentra Patin Trenggalek Dukung Program MBG

Ibas Dorong Sentra Patin Trenggalek Dukung Program MBG

NASIONAL
MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN Terkait Program MBG

MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN Terkait Program MBG

NASIONAL
Kadin Sebut MBG Penopang Ekonomi di Tengah Dolar AS Menguat

Kadin Sebut MBG Penopang Ekonomi di Tengah Dolar AS Menguat

EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon