ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kapolda Jabar Pantau Jalur Mudik Sukabumi, Ini Titik Kritisnya

Senin, 8 Desember 2025 | 20:56 WIB
R
SL
Penulis: Riza | Editor: LES
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, meninjau langsung jalur mudik di Kabupaten Sukabumi.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, meninjau langsung jalur mudik di Kabupaten Sukabumi. (Beritasatu.com/Riza)

Sukabumi, Beritasatu.com —  Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Rudi Setiawan, meninjau langsung jalur mudik di Kabupaten Sukabumi pada Senin (8/12/2025) sore. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan arus lalu lintas menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terutama pada titik rawan macet dan kawasan yang berpotensi terdampak bencana alam.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jabar secara khusus menyoroti pintu keluar Tol Parungkuda, yang sejak beberapa periode Nataru sebelumnya selalu menjadi titik krusial terjadinya kepadatan kendaraan.

“Sekarang saya berada di pintu keluar Tol Parungkuda. Ini yang pada operasi sebelumnya merupakan titik yang krusial di mana terjadi perhambatan,” ujar Rudi Setiawan.

ADVERTISEMENT

Rudi menjelaskan bahwa penyebab utama kemacetan di titik tersebut adalah perubahan karakter jalur. Dari tiga lajur tol yang luas, kendaraan tiba-tiba harus masuk ke jalan nasional yang lebih sempit. Kondisi ini diperburuk oleh adanya perbaikan jembatan di depan, sehingga ruang kendaraan semakin terbatas.

“Kami sudah mengecek langsung di tol. Dari tiga lajur kemudian masuk ke arah jalan nasional ini terjadi penyempitan. Berubah menjadi dua, di depan ada jembatan yang sedang dalam perbaikan. Itu pun semakin menyempit. Ini yang riil di lokasi, potensi terjadinya trouble spot itu yang kami lihat pada sore hari ini,” tegasnya.

Selain potensi kemacetan, Kapolda Jabar juga menyoroti ancaman bencana alam yang rentan terjadi di wilayah Sukabumi, seperti tanah longsor dan banjir bandang. Cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG menjadi perhatian khusus dalam penyusunan strategi pengamanan jalur mudik.

“Kami sampaikan bahwa sesuai dengan prediksi ramalan cuaca BMKG, ada potensi terjadinya peningkatan curah hujan. Dan ini akan berakibat kepada tanah-tanah longsor di seputaran Kabupaten Sukabumi dan banjir bandang,” ungkap Rudi.

Untuk meminimalkan risiko, Kapolda meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan alat berat yang siaga di sekitar titik rawan longsor. Kehadiran alat tersebut penting agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin jika situasi darurat terjadi.

Rudi Setiawan menambahkan bahwa operasi kemanusiaan Nataru di Jawa Barat berfokus pada empat titik perhatian utama: rawan kemacetan, rawan kecelakaan, rawan kriminalitas, dan rawan bencana. Seluruh instansi terkait diminta memaksimalkan koordinasi agar pelaksanaan Nataru tahun ini berjalan aman dan lancar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolda Jabar Minta Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib

Kapolda Jabar Minta Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib

JAWA BARAT
Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

JAWA BARAT
Arus Mudik Nagreg Naik 100 Persen, Polisi Berlakukan One Way

Arus Mudik Nagreg Naik 100 Persen, Polisi Berlakukan One Way

JAWA BARAT
Kapolda Jabar Sidak Persiapan Sejumlah Titik Hadapi Nataru

Kapolda Jabar Sidak Persiapan Sejumlah Titik Hadapi Nataru

JAWA BARAT
Putra Dedi Mulyadi: Saya Tak Pernah Umumkan Ada Acara Makan Gratis

Putra Dedi Mulyadi: Saya Tak Pernah Umumkan Ada Acara Makan Gratis

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon