ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Rendam Perumahan Tambun Utara, Ketinggian Air 1,5 Meter

Jumat, 20 Februari 2026 | 21:21 WIB
ES
JS
Penulis: Eka Jaya Saputra | Editor: JJS
Banjir merendam sejumlah perumahan di Bekasi. Titik terparah berada di Perumahan Nebraska, Desa Sukamekar, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Banjir merendam sejumlah perumahan di Bekasi. Titik terparah berada di Perumahan Nebraska, Desa Sukamekar, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Cikarang Pusat, Beritasatu.com - Banjir  merendam sejumlah perumahan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukawangi dan Kecamatan Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026). Titik terparah berada di Perumahan Nebraska, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang turun terus-menerus, ditambah kiriman air dari Kali CBL yang meluap. Ketinggian air bervariasi di setiap lokasi mulai dari 30 sentimeter atau sekitar 1,5 meter.

Warga Perumahan Nebraska, Martin (29) mengatakan, air mulai masuk ke rumahnya sejak dini hari.

ADVERTISEMENT

“Depan rumah saya sudah sepinggang orang dewasa (1 meter), Pak,” ujar salah seorang warga, Martin kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Jumat (20/2/2026).

Sebagian warga memilih mengungsi ke balai desa, sementara yang lain bertahan di rumah dengan membuat tempat beristirahat darurat di area yang lebih tinggi.

“Ada yang mengungsi ke balai desa, sebagian bertahan di rumah tapi di bagian yang lebih tinggi,” katanya.

Martin menambahkan, banjir kali ini dipicu hujan berkepanjangan dan luapan Kali CBL. Ia juga menyoroti kondisi tanggul di sepanjang sungai yang dinilai belum optimal menahan debit air.

Warga lainnya, Rahman Efendi (43) menegaskan, meluapnya Kali CBL menjadi penyebab utama banjir.

“Biasanya kalau cuma hujan ringan atau sedang, di sini enggak pernah banjir. Kecuali Kali CBL meluap,” katanya.

Rahman memilih mengungsi bersama warga lain ke wilayah Sukamekar.

“Di pengungsian, ada orang baik hati yang menyiapkan tempat. Kami bersyukur ada bantuan meski seadanya,” ujarnya.

Sementara itu, warga GPR, Erna (38) yang juga terdampak menyebut, ketinggian air di lingkungannya mencapai 1,5 meter.

“Di GPR hampir semua warga sudah mengungsi, tinggal beberapa yang bertahan di rumah,” katanya.

Di tengah Ramadan, para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak, terutama obat-obatan. Hingga kini, warga tetap bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu air surut.

Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan, terutama normalisasi dan penguatan tanggul Kali CBL, agar banjir serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras dan air kiriman datang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

JAKARTA
Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

BANTEN
Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

JAKARTA
Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

BANTEN
BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

JAKARTA
Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon