75.000 Kendaraan Melintas di Km 57 Tol Japek Saat Arus Mudik Lebaran
Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:06 WIB
Purwakarta, Beritasatu.com - Arus kendaraan pada hari pertama mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) tercatat mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat meninjau arus mudik di Posko Lodaya Rest Area Km 57 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Dedi, berdasarkan data yang dipaparkan oleh jajaran kepolisian daerah, terjadi peningkatan volume kendaraan pada hari pertama arus mudik yang jatuh pada Jumat (13/3/2026).
“Dari data yang tadi ditunjukan oleh Pak Wakapolda dan dirlantas, pada hari pertama mengalami peningkatan 15% dibanding hari yang sama pada 2025,” ujarnya saat konferensi pers di Km 57 pada Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan data pemantauan di Posko Lodaya Rest Area Km 57, pada Jumat (13/3/2026) tercatat sebanyak 75.810 kendaraan melintas menuju arah timur.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebanyak 66.071 kendaraan.
Selain memantau melalui data lalu lintas, wakapolri juga melakukan pemantauan langsung dari udara untuk melihat kondisi arus kendaraan di sepanjang jalan tol.
“Saya melakukan pemantauan lewat udara dari Jakarta ke Km 29 secara umum dari pantauan udara berjalan sangat lancar,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyoroti pentingnya keberadaan Rest Area Km 57 yang dinilai memiliki kapasitas besar untuk menampung kendaraan pemudik.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu titik penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Ini area yang cukup besar dengan daya tampung 1.000 kendaraan. Ini juga penting bagi kita dalam rangka memberi pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161.000 personel gabungan dari berbagai instansi.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, aparat juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Selain pengaturan lalu lintas, pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 185.000 objek vital dan lokasi keramaian, seperti masjid, lokasi salat Idulfitri, kawasan wisata, pusat perbelanjaan, serta berbagai simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




