ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Plastik Naik, Daun Pisang Laris Manis di Pangandaran

Sabtu, 11 April 2026 | 15:44 WIB
MI
H
Penulis: Muhamad Iqbal | Editor: HE
Kenaikan harga plastik akibat ketegangan di Timur Tengah membawa dampak tak terduga bagi para pedagang daun pisang di Pangandaran.
Kenaikan harga plastik akibat ketegangan di Timur Tengah membawa dampak tak terduga bagi para pedagang daun pisang di Pangandaran. (Beritasatu.com/Muhamad Iqbal)

Pangandaran, Beritasatu.com – Kenaikan harga plastik akibat ketegangan di Timur Tengah membawa dampak tak terduga bagi para pedagang daun pisang di Pangandaran. Mereka justru meraup keuntungan besar karena permintaan meningkat tajam.

Dalam sepekan terakhir, harga kantong plastik dan pembungkus sintetis di pasar tradisional dilaporkan melonjak hingga hampir dua kali lipat. Kondisi ini membuat pelaku usaha kuliner dan pengrajin tempe beralih ke bahan alternatif yang lebih murah, yakni daun pisang.

Peralihan tersebut langsung berdampak pada meningkatnya penjualan daun pisang, terutama di Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang. Para pedagang mengaku permintaan naik signifikan seiring banyaknya pembeli baru.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, setelah harga plastik mahal, penjualan daun pisang saat ini mengalami peningkatan. Yang biasanya hanya mendapatkan uang Rp 40.000 per hari, kini bisa mencapai Rp 70.000. Biasanya hanya mencapai 50 kompet per hari, kini meningkat hingga hingga 100 kompet daun,” ungkap pedagang daun pisang, Sutisman, Sabtu (11/4/2026).

Harga daun pisang pun relatif terjangkau. Satu ikat daun pisang berkualitas baik dijual sekitar Rp 1.500.

Selain faktor harga, meningkatnya kesadaran akan penggunaan bahan ramah lingkungan di kawasan wisata turut mendorong permintaan. Daun pisang dinilai lebih alami dan memberikan aroma khas pada makanan.

“Karena harganya lebih murah dari harga plastik saat ini, jadi konsumen yang biasa menggunakan plastik untuk kebutuhan dagangnya kini beralih menggunakan daun pisang. Yang beli juga tidak hanya warga lokal dari Pangandaran saja, ada juga konsumen dari luar daerah seperti Jawa Tengah,” ungkap Sutisman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon