Banjir Kudus: Tanggul Sungai Jawik Jebol, 250 Keluarga Terdampak
Kamis, 5 Februari 2026 | 10:14 WIB
Kudus, Beritasatu.com - Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanggul Sungai Jawik di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, jebol pada Kamis (5/2/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan banjir yang menerjang permukiman warga, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai 1 meter.
Peristiwa jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Tanggul sungai dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 12 meter setelah tidak mampu menahan debit air yang meningkat drastis akibat hujan lebat sejak Rabu (4/2/2026) malam. Luapan air sungai yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik dan sebagian harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Derasnya aliran air menyebabkan warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Sejumlah rumah terendam, perabotan rusak, dan aktivitas warga lumpuh akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Salah satu warga Desa Pladen, Khosim menceritakan suasana mencekam saat air mulai masuk ke rumahnya. Ia mengaku hanya fokus menyelamatkan kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia dan dalam kondisi sakit.
“Hujan deras sejak semalam, lalu tiba-tiba tanggul jebol. Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang, yang penting orang tua dahulu karena sudah sepuh dan tidak bisa jalan. Tadi dibantu tetangga evakuasi ke tempat aman,” ujar Khosim.
Selain merusak perabotan rumah tangga, derasnya arus banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur milik warga.
“Pagar rumah saya bahkan hilang tersapu banjir. Kedalaman air tadi sampai sedada saya,” imbuhnya.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji mengatakan, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Jawik berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 250 keluarga terdampak banjir yang melanda lima RT dan dua RW di wilayah tersebut.
“Sungai di depan masjid ini jebol karena tidak kuat menahan arus air yang begitu deras. Ini membanjiri lima RT dan dua RW. Kurang lebih 250 keluarga terdampak,” kata Ahmad Munaji di lokasi kejadian.
Hingga Kamis menjelang siang, personel gabungan dari BPBD Kudus, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat masih melakukan penanganan darurat. Petugas melakukan penambalan tanggul sementara menggunakan kantong pasir, serta membersihkan material sampah yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.
Selain merendam permukiman warga, banjir di Kudus juga dilaporkan merendam sejumlah fasilitas pendidikan serta puluhan hektare area persawahan milik warga.
BPBD Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Berdasarkan prakiraan cuaca, intensitas hujan di wilayah Kudus dan sekitarnya masih tergolong tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami minta warga tetap siaga dan waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat meningkatkan kembali debit air sungai,” pungkas Munaji.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




