ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ancaman Hujan di Hulu Bayangi Banjir Kudus dan Pati

Senin, 26 Januari 2026 | 08:05 WIB
J
S
Penulis: Jamaah | Editor: JTO
Curah hujan yang masih tinggi mengguyur Kudus dan sekitarnya sebabkan tanggul sungai jebol. Kondisi tersebut menambah parah banjir yang merendam wilayah tersebut. Tercatat 38 desa pada tujuh kecamatan terdampak banjir, 2.178 jiwa menungsi. Arus Sungai Dawe yang jebol mengalir deras ke area permukiman di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Minggu, 18 Januari 2026.
Curah hujan yang masih tinggi mengguyur Kudus dan sekitarnya sebabkan tanggul sungai jebol. Kondisi tersebut menambah parah banjir yang merendam wilayah tersebut. Tercatat 38 desa pada tujuh kecamatan terdampak banjir, 2.178 jiwa menungsi. Arus Sungai Dawe yang jebol mengalir deras ke area permukiman di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Minggu, 18 Januari 2026. (Beritasatu.com/Jamaah)

Semarang, Beritasatu.com - Upaya penanganan banjir di Kabupaten Kudus dan Pati, Jawa Tengah, menghadapi tantangan cuaca yang belum stabil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur kedua wilayah terdampak tersebut sepanjang Senin (26/1/2026).

Kondisi atmosfer di Jawa Tengah pada pagi hari secara umum didominasi awan tebal dengan titik-titik hujan mulai membasahi pesisir utara bagian tengah dan timur. Di Kabupaten Kudus, suhu udara berkisar 23-31 derajat celsius dengan kelembapan mencapai 95%. Sementara di Kabupaten Pati, suhu udara cenderung lebih hangat di angka 25-31 derajat celsius dengan arah angin konsisten bertiup dari barat menuju utara.

Selain hujan lokal, BMKG menyoroti potensi hujan lebat disertai petir di wilayah dataran tinggi dan pegunungan pada siang hingga malam. Hal ini memicu risiko pengiriman debit air dalam volume besar dari wilayah hulu yang dapat menghambat penurunan muka air banjir di daerah aliran sungai (DAS) yang melintasi pemukiman warga di hilir.

ADVERTISEMENT

"Potensi hujan sedang hingga lebat di dataran tinggi perlu diwaspadai karena berisiko meningkatkan debit air sungai yang melintasi Kudus dan Pati," tulis prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang Arif N, Senin (26/1/2026) pagi.

Hingga saat ini, sejumlah desa di Kudus dan Pati masih terendam air dengan ketinggian bervariasi. Kecepatan angin yang mencapai 30 kilometer per jam juga diantisipasi dapat mengganggu stabilitas tenda pengungsian maupun proses distribusi logistik melalui jalur air.

Pemerintah daerah bersama otoritas terkait mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap dalam status siaga. Pemutakhiran data cuaca secara berkala menjadi kunci mitigasi guna menghindari potensi banjir bandang susulan, terutama bagi warga yang hingga kini masih memilih bertahan di kediaman masing-masing di tengah kepungan air.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir Kudus Meluas, Jalan Alternatif Kudus-Pati Terendam

Banjir Kudus Meluas, Jalan Alternatif Kudus-Pati Terendam

JAWA TENGAH
Banjir Kudus: Tanggul Sungai Jawik Jebol, 250 Keluarga Terdampak

Banjir Kudus: Tanggul Sungai Jawik Jebol, 250 Keluarga Terdampak

JAWA TENGAH
3 Pekan, Banjir Kudus Mulai Surut

3 Pekan, Banjir Kudus Mulai Surut

JAWA TENGAH
Masuk Rumah, Ular Sanca 4 Meter Mangsa Ayam Warga Kudus Seusai Banjir

Masuk Rumah, Ular Sanca 4 Meter Mangsa Ayam Warga Kudus Seusai Banjir

JAWA TENGAH
Banjir 2 Pekan Tak Surut, Jalan Kampung Kudus Berlumut dan Licin

Banjir 2 Pekan Tak Surut, Jalan Kampung Kudus Berlumut dan Licin

JAWA TENGAH
Sawah Masih Terendam, Petani di Kudus Terancam Gagal Panen Massal

Sawah Masih Terendam, Petani di Kudus Terancam Gagal Panen Massal

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon