Banjir Kudus Meluas, Jalan Alternatif Kudus-Pati Terendam
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:18 WIB
Kudus, Beritasatu.com - Banjir akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meluas dan tidak hanya merendam permukiman warga. Genangan banjir kini menggenangi jalan alternatif Kudus-Pati, tepatnya di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, sehingga menyebabkan arus lalu lintas nyaris lumpuh.
Pantauan di lokasi pada Kamis (5/2/2026) siang, genangan air di ruas jalan provinsi tersebut mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini membuat banyak pengendara, khususnya sepeda motor, mengalami mogok akibat mesin kemasukan air.
Sejumlah pengendara terlihat terpaksa menuntun kendaraannya melewati genangan banjir. Tak sedikit pula yang memilih berhenti dan menunggu air surut.
Salah seorang pengendara, Kholis mengaku tidak menyangka jalan yang dilaluinya akan terendam banjir. Ia mengatakan kondisi jalan masih aman saat berangkat bekerja pada pagi hari.
“Pagi tadi masih aman, saya berangkat mengajar ke SD. Waktu pulang malah sudah banjir cukup dalam, motor langsung mogok,” ujar Kholis sambil mendorong sepeda motornya.
Warga Desa Mejobo, Zuri menjelaskan, banjir terjadi akibat luapan Sungai Dawe yang tidak mampu menampung debit air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (4/2/2026) malam. Selain meluap, tanggul sungai dilaporkan jebol di satu titik.
“Di sungai sana jebol, jadi air meluap ke permukiman dan jalan. Di beberapa rumah kedalaman air bisa sampai sekitar 60 sentimeter karena wilayahnya lebih rendah,” jelas Zuri.
Menurutnya, sedikitnya 100 rumah warga di Desa Mejobo terdampak banjir. Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian warga.
Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus masih melakukan asesmen dan pendataan dampak banjir. Dalam satu hari, tercatat dua titik tanggul sungai jebol di dua kecamatan berbeda, yakni di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, serta Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dan berisiko memperparah kondisi banjir di Kudus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




