Ngabuburit Mewah di Solo, Masjid Sheikh Zayed Sebar 7.000 Paket Takjil
Kamis, 19 Februari 2026 | 22:27 WIB
Solo, Beritasatu.com – Masjid Raya Sheikh Zayed Solo kembali menjadi pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Setiap menjelang waktu berbuka, ribuan jemaah dari Kota Solo dan wilayah sekitarnya memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan pengelola.
Dari pantauan Beritasatu.com, menu berbuka puasa disusun bervariasi agar jemaah mendapatkan asupan gizi yang lengkap. Untuk makanan utama, tersedia sedikitnya 15 jenis lauk yang dilengkapi sayur dan buah.
Jemaah tampak tertib menempati selasar masjid, sementara petugas membagikan menu berbuka puasa beserta kurma.
Tahun ini, pengelola menyediakan 7.000 paket takjil dan 7.000 paket makanan utama setiap hari bagi masyarakat. Selain itu, tersedia 30 hingga 40 jenis menu takjil, mulai dari aneka bubur, es buah, hingga kolak.
Selama periode Ramadan saat jemaah menunggu waktu maghrib, mereka disuguhkan penampilan hiburan berbeda setiap hari mulai dari hadrah, Tari Saman, Tari Sufi, musik gambus, hingga pertunjukan lainnya. Jemaah juga mengikuti kegiatan mengaji bersama imam yang didatangkan dari Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed Abdullatif Yaseen Saeed Alhammadi.
Salah satu warga asal Boyolali, Jawa Tengah, Muhammad Alimatun, mengaku menikmati suasana berbuka puasa di Masjid Zayed. Ia datang bersama keluarga dan menjadikan kunjungan tersebut sebagai agenda rutin setiap Ramadan.
"(Ke sini) ingin menikmati suasana bulan puasa untuk pertama kali di bulan Ramadan. Karena dulu pernah kesini terus kangen ke sini lagi. (Suasananya) damai, ramai, seru. Rencananya sampai Tarawih," kata Alimatun.
Usai berbuka puasa, masyarakat melaksanakan salat maghrib berjamaah. Jemaah kemudian dapat menikmati takjil tambahan sembari menunggu waktu Isya.
Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, mengatakan pelaksanaan salat Tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat dan tiga rakaat witir. Salat Tarawih dipimpin secara bergantian oleh lima imam internasional dari UEA, Mesir, Maroko, dan Pakistan.
“ini sifatnya bukan hanya salat Tarawih tapi juga edukasi. Ketika kita publish lagi surat-surat pendek itu banyak orang tua dan anak-anak menggunakan untuk menghafal. Untuk jadi referensi mereka. Minimal nanti dengan surat yang sama, ada lima imam di sini dari Mesir, Maroko, dan dua dari Uni Emirat nah nantikan semakin memperkaya juga bacaan anak-anak kita,” ungkap Munajat, Kamis (19/2/2026).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




