Ubi Unggulan Gatot Kaca Tak Laku, Petani Lumajang Merugi Besar
Sabtu, 26 April 2025 | 22:58 WIB
Lumajang, Beritasatu.com – Nasib pilu dialami para petani di Desa Karang Anom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Ubi jalar unggulan jenis Gatot Kaca yang mereka tanam tak kunjung terserap pasar, memaksa mereka memanen dalam kondisi membusuk.
Yulianto, salah satu petani, mengungkapkan bahwa lahan seluas 2,5 hektare miliknya baru dipanen setelah delapan bulan akibat ketiadaan pembeli. Padahal, masa panen ideal untuk ubi Gatot Kaca adalah pada usia 4,5 bulan.
"Sudah lama kami menunggu tengkulak datang, tetapi sampai umbi menua pun tidak diambil. Akhirnya banyak yang membusuk," kata seorang petani Lumajang Yulianto, Sabtu (26/4/2025).
Akibat kondisi tersebut, Yulianto mengaku mengalami kerugian hingga Rp 90 juta. Ia bukan satu-satunya; banyak petani di wilayah tersebut juga mengalami kerugian serupa akibat ketidakpastian pasar.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Ishak Subagio, mendorong pemerintah untuk segera turun tangan. Ia menegaskan pentingnya pengawalan distribusi hasil panen dan peningkatan kualitas produksi untuk memastikan serapan pasar.
"Petani tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri. Harus ada jaminan serapan pasar dan kualitas hasil panen agar tidak sia-sia. Jika tidak, program swasembada pangan dari pemerintah pusat bisa terancam gagal," tegas Ishak.
Kecamatan Pasrujambe dikenal sebagai sentra produksi ubi di Kabupaten Lumajang, mengingat lokasinya di lereng Gunung Semeru. Ubi jalar Gatot Kaca menjadi salah satu komoditas unggulan yang diandalkan dari daerah ini. Petani Lumajang merugi puluhan juta akibat ubi Gatot Kaca tak terserap pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




