Keseruan Housekeeping Bed Contest 2025 dari eL Hotel Banyuwangi
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 15:07 WIB
Banyuwangi, Beritasatu.com- Suasana penuh semangat tampak di Ballroom Blambangan, eL Hotel Banyuwangi, Sabtu (4/10/2025). Puluhan siswa dari berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan perhotelan serta perwakilan sejumlah hotel di Banyuwangi terlihat antusias mengikuti ajang Housekeeping Bed Contest 2025 yang digelar oleh eL Hotel. Banyuwangi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 90 peserta ini merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan untuk mengasah keterampilan dasar housekeeping, khususnya dalam hal penataan tempat tidur (bed making).
Lomba ini juga sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda dan tenaga perhotelan untuk menunjukkan profesionalisme, ketelitian, dan kecepatan dalam bekerja, diketahui tiga hal itu sangat penting dan menjadi standar dalam pelayanan hotel berbintang.
Ketua panitia pelaksana, sekaligus Executive Housekeeper eL Hotel Banyuwangi, I Gusti Ngurah Purwamto mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang pencarian bibit unggul di bidang perhotelan dan sarana memperkenalkan standar kerja profesional di industri hospitality kepada pelajar.
“Kami ingin menjadikan Housekeeping Bed Contest ini bukan sekadar lomba, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pencarian sumber daya manusia (SDM) baru yang siap berkiprah di dunia perhotelan. Banyuwangi memiliki potensi besar, dan kami ingin berperan aktif menyiapkan SDM yang kompeten,” ujar Gusti saat ditemui Beritasatu.com di sela acara, Sabtu (4/10/2025).
Ia menambahkan, peserta yang datang tidak hanya dari wilayah Banyuwangi, tetapi juga dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur dan Bali. Hal ini menunjukkan, dunia pendidikan dan industri pariwisata semakin bersinergi dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di tingkat nasional.
Salah seorang peserta, Wahyu Ning Arum, siswi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, mengaku sangat senang bisa mengikuti lomba ini. Menurutnya, kesempatan ini jadi pengalaman berharga untuk mengasah keterampilan dan mengenal langsung suasana kerja sesungguhnya di hotel berbintang.
“Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Awalnya gugup karena pesertanya banyak dan semuanya terampil. Tantangan terberat bagi saya adalah saat memasang bed cover, karena butuh kecepatan dan ketelitian tinggi. Waktunya juga terbatas, jadi benar-benar harus fokus,” ujar Wahyu dengan senyum.
Kompetisi ini sendiri berlangsung dengan sistem penilaian ketat, di mana setiap peserta harus mampu menata tempat tidur secara sempurna dalam waktu terbatas. Kerapian, kecepatan, dan ketepatan prosedur menjadi tiga aspek utama yang dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi perhotelan profesional.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat hubungan antara dunia industri dan pendidikan. Karena masa depan industri pariwisata ada di tangan generasi muda,” pungkas Gusti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




