Kemenlu: Pemulangan Jenazah PMI Korban Kebakaran Hong Kong Gratis!
Kamis, 4 Desember 2025 | 08:31 WIB
Kediri, Beritasatu.com – Suasana duka menyelimuti Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kediri mendatangi kediaman orang tua Desy Widyana (40), pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong.
Dalam kunjungan pada Kamis (4/12/2025) tersebut, Kemenlu menegaskan komitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya dan proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.
Tim family engagement Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu Reza Darmawan menjelaskan langsung kepada Palal (60) dan Sri Prihatin (60), orang tua korban, mengenai proses administrasi yang sedang berjalan di Hong Kong.
"Seluruh proses sudah dikawal oleh negara Indonesia melalui KJRI Hong Kong. Pemerintah akan memfasilitasi penanganan jenazah, mulai dari koordinasi dengan otoritas Hong Kong, kepolisian, rumah sakit, administrasi kematian, sampai hak-hak keuangannya. Semua kami bantu fasilitasi," tegas Reza Darmawan di lokasi.
Proses Autopsi
Saat ini Kemenlu tengah menunggu surat kesediaan autopsi dari pihak keluarga. Dokumen ini vital untuk penerbitan sertifikat kematian yang menjadi syarat pencairan hak-hak keuangan dan izin pemulangan jenazah.
Terkait estimasi waktu kedatangan jenazah, Reza meminta keluarga untuk bersabar karena bergantung pada otoritas setempat.
"Estimasi waktunya belum bisa kami sampaikan. Bisa sebulan, bisa dua minggu, tergantung otoritas Hong Kong. Masih ada juga WNI yang belum teridentifikasi. Harapan kami secepatnya mungkin kurang dari sebulan. Kami akan update ke keluarga," tambahnya.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Palal, ayah korban, menuturkan bahwa kabar duka awalnya diterima dari KJRI dan kerabat sesama PMI di Hong Kong. Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian nahas tersebut.
"Kami diberitahu jika anak kami meninggal pada hari Jumat (28/11/2025) lalu melalui KJRI. Namun mereka cuma menyampaikan jika Desy meninggal akibat kecelakaan. Kami baru tahu Desy meninggal karena insiden kebakaran dari kerabat. Anak kami kontak terakhir hari Minggu (23/11/2025)," ungkap Palal dengan mata berkaca-kaca.
Berdasarkan data KJRI Hong Kong, insiden kebakaran di Wang Fuk Court menyebabkan sejumlah WNI menjadi korban. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 9 jenazah WNI telah teridentifikasi (termasuk Desy Widyana).
Sementara 10 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh otoritas setempat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




