Lahar Semeru Menerjang Permukiman, 136 Keluarga Terjebak
Jumat, 5 Desember 2025 | 16:34 WIB
Lumajang, Beritasatu.com - Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali menerjang wilayah Kabupaten Lumajang pada Jumat (5/12/2025) sore. Peristiwa ini memicu letusan sekunder dan menyebabkan sejumlah bangunan warga di sekitar bantaran sungai terdampak aliran lahar.
Dalam rekaman video amatir, terlihat kepulan asap letusan sekunder di aliran Sungai Kali Lanang, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Letusan tersebut muncul akibat material panas sisa erupsi yang sebelumnya mengendap di dasar sungai dan kemudian tersiram aliran banjir lahar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyebut aktivitas letusan sekunder itu terekam seismogram dengan amplitudo mencapai 35 milimeter, menunjukkan intensitas banjir lahar yang cukup kuat.
Luapan lahar kemudian mengalir deras ke permukiman, terutama di sekitar aliran Sungai Regoyo Blok Kajang Kosong, Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, serta Dusun Sumberlangsep, Desa Njogosari, Kecamatan Candipuro. Sejumlah bangunan warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan material lahar.
Warga di dua kampung terdampak memilih mengungsi ke area perbukitan karena kawasan tersebut berada di seberang sungai yang menjadi jalur utama aliran lahar. Hingga kini, sebanyak 136 keluarga di Dusun Sumberlangsep masih terisolasi dan belum dapat melintas karena akses terputus.
Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Is Nugroho mengatakan pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan, pemantauan kondisi warga, dan membantu proses evakuasi. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Tim sudah bergerak ke lapangan untuk memastikan kondisi warga, melakukan pendataan kerusakan, dan memastikan lokasi-lokasi yang masih berisiko,” jelasnya.
Banjir lahar hujan ini dipicu curah hujan tinggi di kawasan puncak Semeru, yang memobilisasi material vulkanik dari hulu menuju aliran sungai. BPBD mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai berhulu Semeru agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
“Laporan dari tim kami di lokasi banjir sudah mereda. Dan saat ini fokus kami melakukan asesmen dampak akibat banjir ini,” kata Isnugroho.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




