ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Demo Mahasiswa di Surabaya Soroti Program MBG dan Tolak RUU Polri

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22 WIB
AP
IC
Penulis: Agung Dharma Putra | Editor: CAH
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya  di depan gedung DPRD Jawa Timur, Jumat  19 Juni 2026.
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya di depan gedung DPRD Jawa Timur, Jumat 19 Juni 2026. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Surabaya, Beritasatu.com – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya  di depan gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (19/6/2026), berlangsung panas. 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari evaluasi program makan bergizi gratis (MBG), penolakan RUU Polri, hingga perbaikan kondisi ekonomi nasional.

Aksi berlangsung dengan membakar ban dan menggelar orasi secara bergantian. Massa menilai sejumlah kebijakan pemerintah belum berpihak kepada masyarakat, termasuk pelaksanaan program MBG yang dinilai masih bermasalah di lapangan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai berdampak pada meningkatnya beban ekonomi masyarakat.

"Mahasiswa menilai banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada rakyat, di antaranya naiknya harga BBM Pertamax dan program MBG yang dinilai tidak tepat sasaran," kata aktivis PMII, Roisatul Muttaqin Alallah, saat berorasi.

Tak hanya soal ekonomi, mahasiswa juga mendesak pemerintah menghentikan pembahasan RUU Polri. Mereka menilai rancangan undang-undang tersebut berpotensi mempersempit ruang demokrasi dan mengurangi peran masyarakat sipil.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta ketua DPRD Jawa Timur menandatangani surat tuntutan sebagai bentuk dukungan agar aspirasi mereka diteruskan kepada pemerintah pusat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf mengatakan persoalan MBG maupun kebijakan kenaikan harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat. Menurutnya, DPRD Jawa Timur akan menampung dan meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah.

"Tuntutan mengenai MBG dan kenaikan BBM merupakan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya bisa menerima kebijakan tersebut dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat," ujar Musyafak.

Aksi demonstrasi berlangsung hingga sore hari dengan pengamanan dari aparat Polrestabes Surabaya. Meski sempat diwarnai aksi bakar ban sebagai bentuk protes, unjuk rasa berlangsung tertib dan damai.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BEM Trisakti hingga HMI, Ini Daftar Peserta Aksi Demo 19 Juni 2026

BEM Trisakti hingga HMI, Ini Daftar Peserta Aksi Demo 19 Juni 2026

MULTIMEDIA
Temui Pendemo di Depan DPR, Dasco Teruskan Aspirasi kepada Kementerian

Temui Pendemo di Depan DPR, Dasco Teruskan Aspirasi kepada Kementerian

NASIONAL
Demo Mahasiswa di DPR, Jalan Tol Dalam Kota Sempat Ditutup

Demo Mahasiswa di DPR, Jalan Tol Dalam Kota Sempat Ditutup

JAKARTA
Dasco Hubungi Bahlil-Nanik Deyang Saat Temui Mahasiswa Pendemo di DPR

Dasco Hubungi Bahlil-Nanik Deyang Saat Temui Mahasiswa Pendemo di DPR

NASIONAL
Pimpinan DPR Temui Pendemo, Mahasiswa Trisakti Sampaikan 3 Tuntutan

Pimpinan DPR Temui Pendemo, Mahasiswa Trisakti Sampaikan 3 Tuntutan

NASIONAL
Geruduk DPRD Jatim, Mahasiswa PMII Soroti Kabinet dan Program MBG

Geruduk DPRD Jatim, Mahasiswa PMII Soroti Kabinet dan Program MBG

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon