ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kopi Luwak Produksi UMKM di Lampung Barat Tembus Pasar Internasional

Jumat, 25 Oktober 2024 | 10:41 WIB
T
NF
Penulis: Triyono | Editor: NF
Proses penyortiran kopi luwak oleh UMKM di Lampung Barat
Proses penyortiran kopi luwak oleh UMKM di Lampung Barat (Beritasatu.com/Roy Triono)

Lampung Barat, Beritasatu.com - Dibalik cita rasa kopi luwak yang mendunia tersimpan kisah sukses para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Lampung Barat yang gigih mengolah komoditas kopi luwak. Mereka mengolah kopi luwak menjadi produk berkualitas tinggi hingga tembus ke pasar internasional.

UMKM pengolahan kopi di Kabupaten Lampung Barat ini terus berkembang hingga meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu UMKM pengolahan kopi yang semakin diminati, yakni kopi luwak.

Tidak hanya mengandalkan kopi dari kotoran musang, kopi luwak membutuhkan proses yang cukup panjang agar memiliki kualitas tinggi.

ADVERTISEMENT

Salah satu produsen kopi luwak di Lampung Barat, yaitu Sapri. Pria berusia 53 tahun ini telah melakoni usahanya sebagai produsen kopi luwak sejak 2008.

Dengan kegigihan dan tekad yang kuat, warga Desa Way mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat ini terus belajar dan berinovasi mengembangkan pengolahan kopi luwak berkualitas tinggi.

Sapri terus mempelajari teknik pengolahan kopi luwak yang benar, mulai dari pemilihan biji kopi hingga proses fermentasi yang membutuhkan beberapa ekor musang luwak.

Sapri (55 tahun) pelaku UMKM pengolahan kopi luwak di Lampung Barat, Lampung sukses tembus pasar Internasional karena ketekunannya meningkatkan kualitas kopi luwak hasil produksinya, Kamis, 24 Oktober 2024. - (Beritasatu.com/Roy Triono)
Sapri (55 tahun) pelaku UMKM pengolahan kopi luwak di Lampung Barat, Lampung sukses tembus pasar Internasional karena ketekunannya meningkatkan kualitas kopi luwak hasil produksinya, Kamis, 24 Oktober 2024. - (Beritasatu.com/Roy Triono)

Sapri juga menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi, guna memastikan kualitas produknya tetap terjaga.

Kini ketekunannya telah membuahkan hasil, selain berhasil menembus pasar internasional, produk olahan kopi luwak yang diproduksinya juga menjadi satu-satunya bisnis kopi bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) di Provinsi Lampung.

Dengan memperkerjakan 12 orang warga di lingkungan tempat tinggalnya, rumah produksi kopi luwak milik Sapri mampu memproduksi hingga 1 ton kopi bubuk luwak setiap bulannya.

Kopi bubuk luwak hasil produksi Sapri tersedia dengan berbagai varian dan harga. Selain memproduksi kopi luwak, rumah produksi kopi milik Sapri juga memproduksi kopi murni dengan varian, kopi betik merah, kopi premium, kopi organik, dan kopi kani.

Kendati masih didominasi oleh penjualan lokal di Lampung, tetapi saat ini sejumlah mitra dan reseller atau agen penjualan kopi luwak telah berhasil membawa produk olahan _greenbean_ rumahan ini ke pasar internasional.

Selain memiliki cita rasa yang khas, kopi luwak hasil produksi Sapri juga dipercaya memiliki sejumlah khasiat unik untuk kesehatan, menurunkan resiko penyakit kronis, diabetes, membantu mengatasi migrain dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu, kopi luwak hasil produksi Sapri juga aman untuk kesehatan lambung.

Saat ini Sapri menjadi pelopor dalam produksi kopi luwak di Lampung Barat. Setiap bulan, rumah produk kopi luwak milik Sapri menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga puluhan juta rupiah serta mampu bersaing di pasar internasional.

Sapri mengatakan, yang membedakan kopi luwak hasil produksinya dengan kopi luwak lainnya karena diolah dengan standar SNI dan diolah dengan sepenuh hati.

"Yang membedakan kopi luwak ini karena kita kerjanya dengan hati dan sungguh-sungguh artinya memahami pasar penikmat kopi," kata Sapri saat ditemui Beritasatu.com pada Kamis (24/10/2024).

Sapri menjelaskan, dengan adanya saran dari sejumlah pihak ia terus menerus memperbaiki dan meningkatkan kualitas kopi luwak hasil produksinya.

"Dengan adanya saran-saran segala macam, kita terus memperbaiki (kualitas) sehingga ada standar di tingkat kematangan penggorengan, standar dalam proses penggilingan kopi bubuknya dan standar dalam pengemasannya," ungkap Sapri.

Sapri menuturkan, produk olahan kopi di Lampung Barat yang berstandar SNI saat ini hanya produk kopi miliknya.

"Kebetulan produk kopi kita sudah SNI," ucap Sapri.

Lebih lanjut, dengan sejumlah varian, usaha produksi kopi rumahnya milik terus berjalan.

"Kami juga membuat kopi biasa (kopi murni) dengan sejumlah varian. Inilah yang membuat produksi kopi luwaknya terus berjalan, produksi kopi varian lainnya juga terus berjalan. Yang berhubungan dengan usaha kita ya itu kita tekuni," pungkas Sapri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon