5 Tahun Berlalu Asal-usul Covid-19 Belum Juga Ditemukan
Sabtu, 28 Juni 2025 | 12:56 WIB
WHO pun meluncurkan penyelidikan lain, mendirikan Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Asal-usul Patogen Baru (SAGO), yang terdiri dari 27 pakar internasional, pada Juli 2021.
Laporan itu mengatakan bahwa bukti yang tersedia menunjukkan adanya penularan dari hewan, baik secara langsung dari kelelawar, atau melalui inang perantara. Namun, laporan tersebut tidak dapat menyimpulkan dengan pasti di mana dan kapan hal ini terjadi, atau apakah pasar basah Wuhan adalah tempat virus pertama kali menular ke manusia.
Meski demikian, pasar tersebut tampaknya menjadi lokasi penyebaran infeksi pada manusia, yang menyebabkan penularan yang meluas. "Bukti penyebaran infeksi atau kasus di negara lain sebelum Desember 2019 masih kurang," tambahnya.
Ketua SAGO Marietjie Venter menambahkan, teori kebocoran laboratorium "tidak dapat diselidiki atau dikecualikan", karena sebagian besar informasi yang dibutuhkan belum tersedia. Awal minggu ini, seorang anggota SAGO mengundurkan diri dan tiga orang lainnya meminta agar nama mereka dihapus dari laporan.
Dia mengatakan virus itu terus berevolusi, merenggut nyawa, dan membuat orang menderita dengan kondisi pasca-Covid, atau yang disebut Covid jangka panjang. Oleh karena itu, WHO pun mengimbau negara-negara yang memiliki informasi tentang asal-usul Covid-19 untuk berbagi informasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




