ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banyu Biru Bongkar Masalah Utama Industri Film Indonesia

Sabtu, 8 November 2025 | 03:00 WIB
CF
JS
Penulis: Chairul Fikri | Editor: JJS
Ilustrasi film.
Ilustrasi film. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Selebritas sekaligus anggota DPR Banyu Biru Djarot menyoroti masih banyaknya tantangan yang dihadapi industri perfilman nasional. Ia menilai, pembenahan besar-besaran perlu dilakukan agar kualitas dan kuantitas film Indonesia bisa meningkat.

“Industri film kita masih tertahan karena tiga masalah utama, yaitu limited screen (jumlah layar tayang terbatas), commercial quality (daya saing komersial rendah), dan yang paling besar adalah piracy atau pembajakan,” ungkap Banyu Biru dalam rapat kerja Komisi VII DPR bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, praktik pembajakan telah membuat banyak investor enggan menanam modal di industri film karena potensi kerugian yang besar. Akibatnya, kualitas produksi dan keberlanjutan industri ikut terhambat.

ADVERTISEMENT

Piracy ini musuh kita bersama. Kalau pembajakan bisa ditekan, ekosistem perfilman Indonesia akan meningkat dan menarik investor membuka layar-layar baru,” jelasnya.

Ia juga memaparkan, rasio perkembangan perfilman Indonesia saat ini masih rendah, yakni 0,76, jauh tertinggal dari Thailand dan Singapura yang sudah mencapai angka 5.

Politisi PDI Perjuangan itu meminta pemerintah, khususnya Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan, untuk memberi dukungan nyata.

Menurutnya, dukungan bisa berupa insentif produksi, pembukaan layar bioskop baru di daerah, serta perlindungan hukum dari pembajakan.

“Yang harus diperbaiki adalah stimulus dan insentifnya. Namun sebelum itu, tiga tantangan besar tadi harus dibenahi,” tegasnya.

Banyu Biru menilai, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas, sejarah, dan kebanggaan bangsa.

Ia juga menyebut, sumber daya alam (SDA) Indonesia dapat menjadi modal kuat dalam mengembangkan industri film. Menurutnya, potensi lokasi syuting di berbagai daerah bisa menjadi promosi pariwisata sekaligus mendukung sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Dengan kekayaan SDA seperti Danau Toba, Labuan Bajo, hingga Bali, film Indonesia bisa menjadi sarana promosi wisata dan budaya. Sudah waktunya industri perfilman kita berubah dan tumbuh lebih baik,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tekanan Ekonomi Global, Banyu Biru Ajak Bangun Industri Mandiri

Tekanan Ekonomi Global, Banyu Biru Ajak Bangun Industri Mandiri

LIFESTYLE
Banyu Biru Optimis Masa Depan Industri Pertahanan RI Bakal Maju

Banyu Biru Optimis Masa Depan Industri Pertahanan RI Bakal Maju

LIFESTYLE
Banyu Biru Minta BPOM Permudah Perizinan Industri Kosmetik Lokal

Banyu Biru Minta BPOM Permudah Perizinan Industri Kosmetik Lokal

NASIONAL
Banyu Biru Sebut Saatnya Wisata Lokal Jadi Trending Medsos

Banyu Biru Sebut Saatnya Wisata Lokal Jadi Trending Medsos

LIFESTYLE
Banyu Biru Sebut Teknologi AI Mengancam Pekerjaan Banyak Orang

Banyu Biru Sebut Teknologi AI Mengancam Pekerjaan Banyak Orang

LIFESTYLE
Banyu Biru: Kekayaan Intelektual Bisa Jadi Modal Pinjaman

Banyu Biru: Kekayaan Intelektual Bisa Jadi Modal Pinjaman

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon