Nico Siahaan Sebut 800.000 Situs Indonesia Terindikasi Hoaks
Minggu, 8 Februari 2026 | 18:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Selebritas sekaligus anggota DPR Junico Siahaan mengungkapkan, data mengejutkan terkait maraknya penyebaran informasi palsu di Indonesia. Ia menyebut lebih dari 800.000 situs di Tanah Air terindikasi sebagai penyebar hoaks.
Nico Siahaan mempertanyakan dasar dan indikator yang digunakan pemerintah dalam menetapkan situs-situs tersebut sebagai penyebar informasi palsu.
“Lebih dari 800.000 situs Indonesia terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Apa indikasinya terhadap mereka?” kata Nico Siahaan dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (8/2/2026).
Nico Siahaan menyoroti, sejumlah persoalan krusial yang dinilai belum ditangani secara optimal oleh pemerintah.
Ia menyebut, mulai dari early warning system (EWS) moderasi konten, mitigasi kebocoran data pribadi, keadilan regulasi digital, hingga pengendalian dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) masih luput dari pengawasan yang memadai.
“Padahal ini menyangkut pengawasan ruang digital yang kredibel dan ekosistem digital yang sehat,” tegasnya.
Pria yang maju melalui Partai PDI Perjuangan itu menyinggung belum diterimanya laporan lengkap terkait seluruh kasus kebocoran data yang terjadi, baik sebelum maupun setelah disahkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) pada 2022.
Ia mendesak Komdigi agar menjadikan pembenahan ruang digital sebagai prioritas, termasuk pemanfaatan AI untuk mendukung program pemerintah serta membatasi penyebaran disinformasi.
“AI seharusnya digunakan untuk mendukung program pemerintah dan membatasi penyebaran disinformasi,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




