Verrell Bramasta Dorong Pemanfaatan AI untuk Kurangi Sampah Makanan
Senin, 9 Februari 2026 | 06:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas yang juga anggota DPR, Verrell Bramasta, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi besar memperkuat ketahanan pangan, dan juga menekan persoalan food loss dan food waste atau sampah makanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Verrell saat kunjungan kerja ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, dikutip dari kanal E-Media DPR RI, Senin (9/2/2026).
“Kalau kita bicara ketahanan pangan dan inovasi, saya rasa kita tidak perlu khawatir dari sisi produksi karena inovasinya sudah banyak. Namun, yang perlu kita diskusikan hari ini adalah food loss dan food waste,” ujar Verrell.
Verrell menilai persoalan pangan di Indonesia bukan hanya terletak pada produksi, melainkan juga pada distribusi, logistik, penyimpanan, hingga manajemen pascapanen. Menurutnya, masalah di sektor hulu hingga rantai distribusi kerap menjadi kendala yang memicu pemborosan pangan.
Berdasarkan riset Badan Pangan Nasional (Bapanas), sekitar 31% pangan di Indonesia terbuang, atau setara dengan 23–48 juta kilogram per tahun. Kondisi ini dinilai perlu ditangani secara sistematis dengan dukungan teknologi.
“Permasalahannya bukan hanya diproduksi, tapi juga di investasi distribusi, logistik, penyimpanan, hingga manajemen pascapanen. Mengimplementasikan AI dengan sistem terintegrasi bisa sangat membantu,” tegasnya.
Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga mendorong para lulusan IPB untuk mengembangkan inovasi AI yang terintegrasi dalam rantai biaya pangan nasional, sehingga kerugian negara akibat pemborosan pangan dapat ditekan. Ia mencontohkan penerapan AI di Inggris yang berhasil mengurangi limbah makanan secara signifikan.
“Di Inggris, khususnya di London, pemanfaatan AI untuk manajemen limbah makanan mampu menurunkan limbah pangan hingga 87%. Sistemnya mampu mendeteksi makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa, sehingga bisa segera dilakukan penyesuaian harga atau diskon, dan ini yang harus dilakukan di sini, untuk menurunkan food loss dan food waste bisa teratasi,” kata Verrel.
Ia berharap Indonesia dapat mengembangkan sistem logistik berbasis AI yang terhubung langsung dengan data produksi dan permintaan pasar.
“Kami mendorong agar ke depan ada pengembangan logistik berbasis AI dan manajemen yang terhubung langsung dengan data produksi dan permintaan pasar, sehingga food loss dan food waste dapat ditekan secara terukur,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




