Video Viral Air Merembes dari Giant Sea Wall, Ini Penjelasan Heru Budi
Jumat, 29 September 2023 | 17:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan terjadinya rembesan pada Giant Sea Wall Jakarta, tembok yang berfungsi menahan banjir rob sehingga disebut bisa membuat Jakarta tenggelam. Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono membantah informasi dalam video tersebut.
"Itu bukan Giant Sea Wall. GSW itu kan di tengah laut. 100-500 meter itu tanggul pantai, Kalibaru" ungkap Heru Budi di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2023).
Heru Budi mengatakan, tanggul tersebut sudah diperbaiki dan masyarakat tidak perlu khawatir akan kemungkinan jebolnya tanggul. "Sepertinya sih sudah diperbaiki. Itu kan data lama ya. Nanti saya minta SDA lagi. Sepertinya itu sudah di perbaiki," katanya.
Menanggapi rembesan air yang ada dari tanggul tersebut, Heru Budi menyatakan bahwa itu tidak berbahaya. "Sebenarnya itu kan rembesan, tetapi kan di belakangnya masih ada tembok lagi," terangnya.
Ia melanjutkan,"Itu sudah ditutupi dengan tanah kan. Rembesan itu mungkin menjadi perhatian tapi kemarin mendapatkan informasi, itu tidak berbahaya".
Kabar mengenai rembesan air di Giant Sea Wall mulai beredar di media sosial oleh influencer lingkungan hidup, Jerhemy Owen. Pada video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, dia menyoroti mengenai kebocoran pada tembok tersebut, serta memperingatkan kemungkinan tenggelamnya Jakarta.
"Guys, tahu enggak kenapa tanggul ini terkenal banget? Karena kalau enggak ada tembok ini Jakarta udah tenggelam. Jujur ini temboknya rada menyeramkan," tuturnya Jeremy Owen pada videonya di YouTube Short.
BACA JUGA
Proyek Giant Sea Wall Mulai Dibangun
"Buktinya, ini ada masjid yang terbengkalai karena tenggelam lho di sebelahnya. namanya masjid Wal Adhuna yang ada di Jakarta Utara. Laut dan daratan cuma dibatasin sama tembok guys. Bahkan kalau kalian perhatiin air lautnya itu udah lebih tinggi daripada daratannya," sambungnya.
Jeremy menyatakan adanya tembok raksasa tersebut hanya bisa menjadi solusi sementara untuk mencegah terjadinya banjir masuk ke daratan Jakarta. Menurutnya, pemanasan global dan eksploitasi air tanah secara terus menerus oleh masyarakat akan menjadi malapetaka yang dapat membuat daratan Jakarta banjir nantinya.
"Liat tuh air yang bocor ini bukan air biasa tetapi air laut yang bocor ke daratan Jakarta," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




