Mulai berjualan, Pedagang Daging di Tangerang Menyesal Ikut Mogok
Jumat, 4 Maret 2022 | 18:25 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Aksi mogok jualan yang digelar para pedagang daging sapi sejak Senin (28/2/2022) ternyata tak memengaruhi harga daging. Bahkan para pedagang mengaku menyesal ikut mogok jualan karena justru membuat mereka kehilangan banyak pembeli. Hal itu diungkapkan Banong, salah seorang pedagang daging Sapi di Pasar Anyar, Kota Tangerang saat dijumpai Beritasatu.com, Jumat (4/3/2022).
"Nyesel saya ikut-ikutan mogok jualan kemarin. Enggak ada perubahan juga, pemerintah juga enggak mau dengar aspirasi kita, yang ada pelanggan kita malah kabur. Besok-besok kalau ada kayak gini lagi (mogok jualan) enggak mau ikutlah, toh enggak ada yang tanggung jawab kasih kita makan selama kita mogok jualan," ungkap Banong.
Baca Juga: Harga Daging Tetap Tinggi, Pedagang Nilai Mogok Berjualan Tak Berguna
Apalagi, kata Banong, mogok jualan yang dilakukan selama tiga hari hingga Rabu (2/3/2022) tersebut, tidak membuat harga daging turun. Untuk itu, Banong dan sejumlah pedagang daging di Pasar Anyar, Kota Tangerang memutuskan untuk kembali berjualan sejak Kamis (3/3/2022) kemarin.
"Harga daging sebelum sama sesudah mogok masih sama aja Rp 130.000 sampai Rp 140.000 per kilogram. Kalau pedagang di Pasar Anyar ini sudah mulai jualan dari Kamis kemarin, meski ada sebagian yang masih mogok ngikutin imbauan sampai Jumat ini. Tapi kalau saya ngapain lah lama-lama orang selama demo kita makan susah terus enggak ada yang menanggung juga," katanya.
Baca Juga: Diam-diam, Pedagang di Pasar Tambun Jualan Daging Sapi ke Rumah Pelanggan
Sebagai pedagang, Banong sebenarnya tidak mengetahui penyebab harga daging sapi di pasaran tinggi. Banong mengaku terpaksa menjual dengan harga tinggi karena harga dari rumah pemotongan hewan (RPH) sudah tinggi. Yang pasti, Banong meyakini stok daging sapi melimpah di daerah, namun dijual dengan harga tinggi.
"Kalo sapi sebenarnya banyak cuma ya itu harganya ada enggak yang mau, kalau memang masih ada yang beli sekarang ya kita tetap jual. Memang ini kebutuhan pokok. Kalau memang suka makan daging, sanggup belinya ya kita pedagang akan jual. Dan ada saja yang beli karena memang ramai," katanya.
"Sebagai pedagang dan konsumen, kita ingin harga daging kembali normal lagi. Biar banyak yang beli. Karena memang sekarang banyak yang naik (harganya). Kasihan juga masyarakat. Tapi ya bagaimana lagi," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




