ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Subsidi BBM Membengkak, Sinyal Bahaya untuk Keuangan Negara

Kamis, 9 April 2026 | 08:06 WIB
MK
WT
Penulis: Melati Krisna | Editor: WS
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi meskipun rata-rata harga minyak dunia telah mencapai US$ 100 per barel. - (Datasatu/Melati Kristina)
Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi meskipun rata-rata harga minyak dunia telah mencapai US$ 100 per barel. - (Datasatu/Melati Kristina)

Jakarta, Beritasatu.com - Belanja subsidi BBM naik tajam hingga 74,86% dalam lima tahun terakhir dan mencapai Rp 26,10 triliun pada 2025, sementara pertumbuhan volume hanya 32% menjadi 18,98 juta KL. Ketimpangan ini menunjukkan lonjakan beban fiskal lebih dipicu kenaikan biaya dibanding peningkatan konsumsi, menandakan tekanan serius terhadap anggaran negara di tengah fluktuasi energi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Transportasi Umum Dinilai Lebih Tepat daripada Subsidi BBM

Transportasi Umum Dinilai Lebih Tepat daripada Subsidi BBM

EKONOMI
Pengamat Usul Subsidi BBM Dialihkan ke Transportasi Publik

Pengamat Usul Subsidi BBM Dialihkan ke Transportasi Publik

EKONOMI
Harga Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Waspadai Beban Subsidi BBM

Harga Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Waspadai Beban Subsidi BBM

EKONOMI
Purbaya Keluarkan Rp 203,7 Triliun untuk Bayar Kompensasi dan Subsidi

Purbaya Keluarkan Rp 203,7 Triliun untuk Bayar Kompensasi dan Subsidi

EKONOMI
Menperin Temui Menkeu Bahas Insentif EV dan Industri Nasional

Menperin Temui Menkeu Bahas Insentif EV dan Industri Nasional

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon