Dipicu Isu Penculikan Anak, 4 Warga Tewas dalam Kericuhan di Jayawijaya
Kamis, 23 Februari 2023 | 22:49 WIB
Wamena, Beritasatu.com - Setidaknya sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya terluka akibat kericuhan yang terjadi di Distrik Sinagma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan Kamis (23/2/2023)
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Benny Prabowo mengatakan kericuhan dipicu adanya isu penculikan anak. Warga yang termakan isu tersebut lantas menyerang sebuah mobil yang diduga adalah pelaku penculikan.
"Mendapat laporan anggota Polres Jayawijaya langsung mendatangi TKP, namun anggota kita malah diserang oleh massa," ungkap Kombes Benny, Kamis (23/2/2023).
Menurut Benny, massa juga sempat membakar beberapa rumah dan ruko milik warga. Aparat keamanan yang di lokasi sempat mencoba membubarkan massa dengan tembakan peringatan.
"Massa bukannya bubar tetapi malah menyerang aparat dengan panah dan lemparan batu," jelas Benny.
Akibat kericuhan tersebut dilaporkan empat warga sipil meninggal dunia, tujuh orang terluka termasuk satu anggota polisi yang terkena panah.
"Korban meninggal ada empat orang, yang warga sipil luka laporannya ada enam dan ada juga anggota kita yang terluka. Ada 1 yang kena panah tetapi ada juga yang terluka kena lemparan, sementara masih di data," ujar Benny.
Selain korban meninggal dan luka, akibat kericuhan tersebut dilaporkan juga sejumlah rumah dan ruko milik warga dibakar massa.
"Untuk jumlahnya masih dalam proses pendataan,"kata Benny.
Sementara itu semua korban meninggal dunia dan luka saat ini berada di RSUD Wamena untuk menjalani perawatan. Dikatakan Benny, saat ini situasi di Distrik Sinagma sudah terkendali.
"Tetapi masih mencekam, aparat masih kita siagakan di beberapa titik disana untuk mengantisipasi adanya kericuhan susulan," kata Kombes Benny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




