Tim TNI dan Polri Perluas Pencarian Pilot Susi Air hingga ke Lanny Jaya
Minggu, 12 Maret 2023 | 12:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tim gabungan TNI-Polfi memperluas pencarian pilot Susi Air asal Selandia Baru, Kapten Philips yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan bahwa, perluasan pencarian itu sampai ke Kabupaten Lanny Jaya, Papua.
"Tim gabungan TNI Polri masih terus melakukan pencarian terhadap lokasi KKB menahan sandera yang berprofesi sebagai Pilot Susi Air tersebut dengan memperluas pencarian, tak saja di wilayah Kabupaten Nduga tetapi sudah sampai ke Kabupaten Lanny Jaya," kata Ignatius dalam keterangannya, Minggu (12/3/2023).
Di sisi lain Ignatius membenarkan terkait beredarnya foto maupun video pilot Susi Air yang disandera oleh KKB dan sedang duduk bersama Egianus Kogoya bersama komplotannya.
Kemudian dari unggahan tersebut membuktikan bahwa kondisi terkini dari kapten Philip tampak sehat dan tidak ada rasa takut dari wajahnya.
"Postingan tersebut membuktikan kondisi terkini dari Capt. Philip Mark Mertens yang hingga kini masih berada bersama KKB. Capt Plhilip Mark tampak sehat tersebut tak dipungkiri adanya rasa takut yang terlihat dari wajah Pilot tersebut karena dikelilingi senjata yang dipegang oleh pengikut Egianus Kogoya," ucapnya.
Selain itu, hingga saat ini Tim Satgas Damai Cartenz masih mengidentifikasi terkait keaslian video yang berisi pernyataan pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
Sebelumnya, media Sosial di Papua kembali digemparkan dengan video dari hutan Papua yang menggambarkan kondisi terkini dari Pilot Susi Air, Kapten Philips Max Martheins yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
Dalam video tersebut nampak Kapten Philips mengenakan jaket biru dan celana panjang coklat didampingi Egianus Kogoya yang mengenakan baju coklat lengan panjang sedang bersama-sama dengan sekelompok Pasukan KKB.
Dalam video tersebut nampak pasukan KKB menenteng tujuh senjata laras panjang dan satu buah senjata laras pendek serta senjata tradisional berupa busur dan panah.
Dalam video tersebut Kapten Philips berbicara dengan bahasa Inggris dan mengatakaan bahwa dirinya akan dibebaskan bila bangsa Indonesia memberikan kemerdekaan kepada bangsa Papua Barat, dirinya juga meminta PBB untuk memediasi Indonesia dan Papua agar segera membebaskan dirinya.
Philips juga meminta kepada pihak perusahaan Susi Air agar selama disandera, gajinya diberikan kepada istri dan anak.
Selain kapten Philips, dalam video tersebut salah satu anggota KKB juga nampak membacakan tuntutan mereka, "Kami minta Selandia Baru segera putuskan kerja sama militer dengan Indonesia, kami minta Negara Australia, Inggris, Amerika, Perancis, China dan Rusia stop bantu kerja sama militer ke Indonesia."
Selain itu KKB Pimpinan Egianus Kogoya juga meminta kepada dewan keamanan PBB agar mediasi konflik bersenjata antara TNI-Polri Indonesia dengan pihak TPN/ OPM Papua Barat.
"Kami TPN-PB ajak Selandia Baru dan semua negara, silahkan bicara melalui ketua badan diplomat TPN-PB/ OPM. Kami juga berterima kasih kepada semua negara yang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat melalui juru bicara Komnas HAM, tuan Sebby Sablom," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




