ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Teroris KKB Minta Tebusan 5 Miliar, Panglima TNI: Kita Penuhi demi Keselamatan Semua

Rabu, 5 Juli 2023 | 05:22 WIB
VH
JS
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: JAS
Menko Polhukam, Mahfud MD didampingi Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono usai menemui Wapres Ma'aruf Amin, Selasa, 4 Juli 2023. 
Menko Polhukam, Mahfud MD didampingi Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono usai menemui Wapres Ma'aruf Amin, Selasa, 4 Juli 2023.  (Beritasatu.com/Vinnilya Huanggrio)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI, Yudo Margono mengungkapkan bahwa pemerintah akan memenuhi permintaan tebusan sebesar Rp 5 miliar untuk membebaskan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Keputusan ini diambil demi keselamatan semua orang, baik nyawa Philips dan warga di kabupaten Nduga.

"Ya, kalau permintaannya itu, kita penuhi demi keselamatan semuanya," tutur Yudo Margono usai menemui Wakil Presiden (Wapres) Ma'aruf Amin bersama Menko Polhukam Mahfud MD di Istana Wapres, Selasa (4/7/2023) petang.

Yudo mengatakan pemerintah bakal mengambil langkah tersebut demi mengutamakan kemanusiaan, di mana kemanusiaan tentu tidak ternilai harganya.

"Itu tadi, kita lebih kepada kemanusiaan. Kemanusiaan kan tidak ada harganya, tidak bisa dihargai seberapa pun apabila ini menyangkut keselamatan nyawa manusia, baik itu keselamatan pilot maupun masyarakat yang berada di sekitar situ," kata dia.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Yudo menjelaskan bahwa secara umum situasi di Papua saat ini sudah kondusif meskipun ada beberapa wilayah yang masih rawan, khususnya di Kabupaten Nduga.

"Untuk pilot kita sudah percayakan kepada Pj Bupati Nduga untuk melaksanakan negosiasi dan saat ini Pak Bupati dimonitor sedang berada di Wamena ya untuk menyiapkan pesawat karena memang ini ada kesulitan. Pesawat pada takut untuk menuju ke daerah yang ditentukan," ujarnya.

Sehingga, Yudo mengatakan pihaknya masih menunggu dan mempercayakan negosiasi secara damai yang tengah diusahakan Pj Bupati Nduga.

"Kita masih menunggu kita percayakan Pj Bupati Nduga untuk melaksanakan negosiasi. Kita tetap mengutamakan keselamatan pilot maupun masyarakat di sekitar situ. Jangan sampai ada korban sehingga kita tetap ajukan negosiasi yang damai sehingga situasinya sekarang ya kami Pangdam, Pangko Armada III, monitor yang dilaksanakan Pj Bupati Nduga," pungkas Yudo.

Diberitakan, pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Mehrtens disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya di Bandara Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Tengah. Kapten Philips disandera usai pesawat yang diterbangkannya mendarat dan dibakar Egianus dan kelompoknya pada Selasa, 7 Februari 2023.

Terbaru ini, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan pemerintah Papua dan TNI bisa memenuhi tuntutan KKB Egianus Kogoya terkait tebusan uang.

"Saya hari itu sudah menyampaikan kepada Penjabat Bupati Nduga apabila dia (Egianus Kogoya) minta, tapi tidak boleh lebih dari Rp 5 miliar, itu saya sampaikan akan dikasih," ungkap Irjen Fakhiri, Senin (3/7/2023).

Namun, dua tuntutan lain yang disampaikan KKB Egianus Kogoya yakni senjata dan dialog soal kemerdekaan bangsa Papua tidak akan di penuhi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon