Menkes Sebut Puncak Kasus Covid-19 Akan Terjadi di Januari 2024
Sabtu, 23 Desember 2023 | 07:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Peningkatan signifikan kasus Covid-19 kembali menjadi perhatian utama beberapa minggu terakhir di Indonesia. Situasi semakin diperberat dengan dominasi varian JN1 yang mencapai 43% dari total 77 sampel yang telah diuji. Varian ini diketahui memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa puncak kasus Covid-19 diperkirakan akan terjadi pada Januari 2024 mendatang. Menurutnya, kasus ini diprediksi akan meningkat drastis dari minggu ke minggu, mencapai puncaknya hingga 80%.
"Dari 19% naik menjadi 43%, itu naik hampir 20%. Jika tren ini berlanjut, minggu depan perkiraannya mencapai 60%, dan setelahnya 80%. Jadi, seharusnya puncaknya terjadi pada bulan Januari," ungkap Menkes Budi dalam Konferensi Pers Kesiapsiagaan Sektor Kesehatan Menghadapi Masa Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Jumat (22/12/2023).
Meskipun proyeksi angka kasus mencemaskan, Menkes Budi menyatakan bahwa puncak kasus ini diperkirakan akan terjadi dalam rentang waktu 2 hingga 4 minggu. Setelah mencapai puncak, diharapkan akan terjadi penurunan angka kasus Covid-19 saat memasuki bulan Februari.
"Jadi, mudah-mudahan jika puncaknya terjadi di Januari, Februari akan terjadi penurunan," tambahnya.
Walaupun varian JN1 mendominasi, Menkes Budi menjelaskan bahwa gejala yang ditimbulkan cenderung ringan dan tidak membahayakan nyawa pasien yang terinfeksi. Meskipun terjadi peningkatan kasus, angka hospitalisasi di Indonesia tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya 27 orang yang meninggal akibat Covid-19. Penting untuk dicatat bahwa angka kematian ini tidak semata-mata disebabkan oleh Covid-19, melainkan juga karena adanya komorbiditas pada pasien yang dinyatakan positif terinfeksi.
Kemenkes terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan penyebaran Covid-19, terutama dengan memasuki masa libur lebaran di mana mobilitas masyarakat cenderung lebih tinggi dari biasanya. Kesadaran dan kewaspadaan tetap diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus di tengah masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




