ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua DPC PDIP Solo: Tak Masalah Jadi Oposisi

Jumat, 26 April 2024 | 20:30 WIB
WP
DM
Penulis: Wijayanti Putri | Editor: DM
Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.
Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

Solo, Beritasatu.com - Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan tak masalah jika PDIP nantinya akan mengambil sikap oposisi terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"PDIP sudah berpengalaman di luar pemerintahan (oposisi) selama Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menjadi presiden. Toh, ketika Pak Jokowi jadi presiden pun, kita tidak merasa di dalam pemerintahan juga," ujarnya saat ditemui Beritasatu.com di Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (26/4/2024).

Mantan wali kota Solo itu pun mengatakan, selama menjadi oposisi saat Presiden SBY berkuasa, PDIP juga sendiri dan semuanya bisa terlewati dengan baik. Rudy, panggilan akrabnya, mengaku tidak akan mempersoalkan jika nantinya parpol-parpol yang sebelumnya ikut mendukung paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menyeberang dan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

ADVERTISEMENT

Enggak masalah (parpol menyeberang), zaman dahulu juga sama. Dahulu juga sendirian 10 tahun. Enggak masalah kalau nanti terulang lagi,” tandasnya.

Rudy berharap PDIP menjadi oposisi pemerintahan Prabowo-Gibran sehingga bisa menjadi penyeimbang jalannya pemerintahan. Kondisi dan situasi saat ini memungkinkan PDIP menempatkan diri sebagai oposisi.

“Ya, harapan saya sebagai kader partai, ya kita harapkan untuk tetap di luar pemerintahan atau oposisi. Oposisi bagian dari balancing untuk kesejahteraan rakyat. Nanti kalau semua apa-apa diiakan, tetapi rakyat tidak menikmati, kan juga kasihan rakyat,” kata Rudy.

Hanya saja, dia melanjutkan, semua itu kembali kepada keputusan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. Apakah partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih tersebut akan memilih jalan sebagai oposisi pemerintahan Prabowo-Gibran atau akan bergabung.

“Menurut saya enggak masalah kalau oposisi, tetapi sekali lagi, kewenangannya ada di Bu ketum yang memutuskan,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PDIP hingga kini belum menentukan sikap politiknya apakah akan menjadi oposisi atau bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, posisi PDIP akan lebih pas dan cocok menjadi oposisi bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kebatinan Megawati atau PDIP itu lebih pas, cocok menjadi oposisi. Kalau PDIP menjadi oposisi itu, kuat, tangguh, lincah, gesit dan 'galak' dalam mengkritisi pemerintah," ujarnya kepada Beritasatu.com, Jumat (26/4/2024).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kritik Soal Batas Ketum Parpol, PDIP Nilai KPK Keluar Jalur

Kritik Soal Batas Ketum Parpol, PDIP Nilai KPK Keluar Jalur

NASIONAL
Once Mekel: Seni dan Budaya Jadi Kunci Perjuangan Politik PDIP

Once Mekel: Seni dan Budaya Jadi Kunci Perjuangan Politik PDIP

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon