ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hasto Ungkap Duduk Perkara sehingga Dipanggil KPK pada Kasus DJKA, Ternyata Terkait Pilpres 2019

Kamis, 15 Agustus 2024 | 21:37 WIB
MR
WP
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: WBP
Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto. (Antara/M Risyal Hidayat)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menerangkan pemanggilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus di lingkungan Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pemanggilan ini disebut berkaitan dengan persoalan Pilpres 2019 lalu.

Hasto sendiri sempat menduduki posisi sebagai sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

“Berdasarkan informasi dari Adi Darmo, beliau ini kepala sekretariat kantor pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019. Saat itu ada rumah aspirasi yang berdasarkan informasi dari ketua tim kampanye, operasionalisasinya gotong-royong, dan kemudian ada pihak yang membantu,” kata Hasto di gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/8/2024).

ADVERTISEMENT

Hasto menyebut, ada sosok yang turut memberikan bantuan ketika itu. Hanya saja, sosok tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka. Dari hand phone (HP) tersangka itu, tersimpan nomor Hasto.

“Kemudian ternyata ada indikasi, ada dugaan bahwa yang membantu itu di kemudian hari menjadi tersangka. Di dalam hand phone-nya ada nomor telepon saya yang dikirim oleh saudara Adi Darmo,” ujar Hasto.

Hasto mengaku tak tahu soal nilai uang yang disalurkan sosok tersangka tersebut. Dia mengeklaim tidak punya keterkaitan dengan kasus yang tengah ditangani KPK. “Saya tidak ingat karena seluruh pengelolaan terhadap sumbangan itu kan ranah bendahara,” ucap Hasto.

Sebelumnya, Hasto tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Dia terlihat didampingi sejumlah anggota tim hukum PDIP, yakni Ronny Talapessy dan Johannes Tobing.

Hanya saja, tak lama kemudian, Hasto keluar dari lobi Gedung Merah Putih KPK. Dia mengungkapkan sejatinya jadwal pemeriksaan diagendakan Jumat (16/8/2024). Namun, Hasto meminta agar dimintai keterangan hari ini mengingat besok akan digelar agenda pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tidak hanya itu, Hasto mengaku telah ada agenda diskusi bedah buku di Museum Multatuli, Banten.

Hasto tak mempermasalahkan tim penyidik yang belum bisa menggali keterangannya hari ini. Oleh sebab itu, Hasto dan tim penyidik sepakat agar agenda pemeriksaan dijadwalkan ulang menjadi Selasa (20/8/2024) depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Vonis Hasto Hanya 3,5 Tahun, ICW: Ini Tamparan bagi Demokrasi

Vonis Hasto Hanya 3,5 Tahun, ICW: Ini Tamparan bagi Demokrasi

NASIONAL
KPK Pertimbangkan Banding atas Vonis 3,5 Tahun Hasto Kristiyanto

KPK Pertimbangkan Banding atas Vonis 3,5 Tahun Hasto Kristiyanto

NASIONAL
Datangi Tipikor Pakai Rompi Oranye, Hasto Disambut Tari Kecak

Datangi Tipikor Pakai Rompi Oranye, Hasto Disambut Tari Kecak

NASIONAL
Bacakan Pledoi, Hasto: Tuntutan Jaksa KPK Sangat Tidak Adil!

Bacakan Pledoi, Hasto: Tuntutan Jaksa KPK Sangat Tidak Adil!

NASIONAL
Hasto Kristiyanto Ungkap Ritual 9 Tahun untuk Megawati dan Jokowi

Hasto Kristiyanto Ungkap Ritual 9 Tahun untuk Megawati dan Jokowi

NASIONAL
Jaksa KPK Cecar Hasto Soal Ritual Kader PDIP agar Menang pada Pileg

Jaksa KPK Cecar Hasto Soal Ritual Kader PDIP agar Menang pada Pileg

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon