ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kepala BMKG Minta Gen Z dan Alfa Siap-siap Hadapi Perubahan Iklim

Kamis, 22 Agustus 2024 | 18:35 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Seorang perempuan terlihat menggunakan payung untuk melindungi dirinya dari sengatan matahari.
Seorang perempuan terlihat menggunakan payung untuk melindungi dirinya dari sengatan matahari. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Anak muda merupakan kelompok yang paling terdampak atas terjadinya perubahan iklim. Sehingga, golongan muda ini  diharapkan sigap melakukan aksi-aksi nyata dalam pencegahan perubahan iklim.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, fenomena perubahan iklim semakin mengkhawatirkan serta memicu dampak yang lebih luas. Hal itu terlihat dari berbagai peristiwa alam terkait iklim, dari suhu udara yang lebih panas, terganggunya siklus hidrologi, hingga maraknya bencana hidrometeorologi di berbagai belahan dunia. Karena itu, seluruh generasi harus saling berkolaborasi untuk menahan laju perubahan iklim.

"Generasi Z dan Alfa akan menjadi generasi yang paling merasakan dampak dari perubahan iklim. Karenanya, saya yakin anak-anak muda yang jumlahnya mendominasi penduduk Indonesia bisa memberikan dampak signifikan terhadap aksi perubahan iklim," ujar Dwikorita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/8/2024), pada Festival Aksi Iklim dan Workshop Iklim Terapan, dilansir dari Antara.

Baca Juga: Menkeu: Climate Change Jadi Tantangan Jangka Panjang

Perubahan iklim global, kata dia, bukanlah kabar bohong (hoaks) dan prediksi untuk masa depan, melainkan realitas yang di hadapi miliaran jiwa penduduk bumi. 

Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat Celcius di atas zaman praindustri.

Menurut dia, angka ini nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015 bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat Celcius.

Pada tahun 2023 terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana heat wave ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa.

Baca Juga: Gapmmi: Climate Change dan Geopolitik Tantangan Industri Mamin 2024

BMKG sendiri memproyeksi suhu udara di Indonesia akan melompat naik hingga 3,5 derajat Celcius dibandingkan zaman praindustri di tahun 2100 mendatang apabila aksi mitigasi iklim gagal dilakukan.

"Sementara WMO menyebut bahwa tahun 2050 mendatang, dalam skenario terburuk maka negara-negara di dunia akan menghadapi tidak hanya bencana hidrometeorologi, namun juga kelangkaan air yang berakibat pada krisis pangan. Jika melihat tahun tersebut, maka dapat dipastikan bahwa Generasi Z dan Alfa yang akan paling merasakan," imbuhnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan perubahan iklim akan terus terjadi dalam beberapa dekade mendatang apabila tidak dilakukan aksi mitigasi.

Dampak negatif yang telah ditimbulkan oleh perubahan iklim menuntut perlunya respon global untuk melakukan aksi mitigasi dan adaptasi. Dalam World Economic Forum (WEF) 2023 disampaikan juga bahwa kegagalan mitigasi dan adaptasi iklim merupakan risiko global terbesar dunia.

Kunci keberhasilan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim itu ada pada upaya yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan kesadaran dan pengetahuan yang mereka miliki. Dia melanjutkan, yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana meningkatkan pemahaman iklim dan perubahan iklim di kalangan publik, terutama generasi muda, generasi milenial, dan gen Z.

Karena mereka adalah generasi yang akan paling terpapar dampak perubahan iklim dalam satu atau dua dekade mendatang, sekaligus yang paling bertanggung jawab untuk melakukan segala tindakan dan upaya untuk menanggulanginya.
 

"Karenanya, diperlukan kesadaran dan tindakan yang masif dalam berbagai tingkatan yang disertai dengan aksi iklim yang nyata dan terukur dalam mewujudkan target Perjanjian Paris, yaitu membatasi peningkatan suhu rata-rata global di bawah 1,5 derajat C dari tingkat pra industri, dan harus ada aksi nyata di lapangan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG), terutama pada SDG ke-13, climate action," jelas dia. 
 

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

NASIONAL
Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

INTERNASIONAL
Surveyor Indonesia Gunakan AI dan Data Satelit untuk Mitigasi Iklim

Surveyor Indonesia Gunakan AI dan Data Satelit untuk Mitigasi Iklim

EKONOMI
BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

EKONOMI
Suhu Ekstrem Pancaroba Ancam Tekan Produksi Padi dan Jagung Nasional

Suhu Ekstrem Pancaroba Ancam Tekan Produksi Padi dan Jagung Nasional

NUSANTARA
Komisi VIII DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Dampak Perubahan Iklim

Komisi VIII DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Dampak Perubahan Iklim

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon