ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Akselerasi Pembangunan Tol, Waktu Perjalanan Bisa Terpangkas 50 Persen

Kamis, 19 September 2024 | 07:48 WIB
CS
AD
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: AD
Tol Trans Jawa.
Tol Trans Jawa. (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, proyek jalan tol selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki dampak besar bagi masyarakat. Menurutnya, waktu perjalanan via darat dapat terpangkas hingga 50% karena keberadaan jalan tol saat ini.

"Yang jelas waktu perjalanan bisa memangkas hingga 50%," ujar Djoko kepada Beritasatu.com, Rabu (18/9/2024).

Djoko menggambarkan, waktu perjalanan Jakarta-Semarang sebelumnya memakan waktu 10-12 jam, tetapi kini pengguna jalan hanya membutuhkan 5-6 jam untuk menempuh perjalanan Jakarta-Semarang via tol.

ADVERTISEMENT

Pengamat transportasi itu juga menyoroti masifnya pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. Dia menggambarkan, dulu dibutuhkan waktu 12 jam untuk perjalanan rute Lampung-Palembang. Namun, kini pengguna jalan hanya perlu waktu 4 jam untuk rute Lampung-Palembang lewat jalan tol.

Menurutnya, pergerakan di Trans Sumatera bisa semakin cepat lagi jika seluruh ruas tol di wilayah tersebut telah terhubung. 
"Sumatera ini kan belum terhubung semua. Kalau sudah terhubung sampai dengan ke Aceh itu luar biasa. Mungkin kalau di perjalanan lima hari lima malam, itu enggak sampai 30 jam sudah sampai (jika terhubung)" paparnya.

Djoko mengakui, selama 10 tahun terakhir era kepemimpinan Jokowi, pembangunan jalan tol meningkat signifikan. Dia mengungkapkan, sebelum pemerintahan Jokowi, panjang ruas tol hanya sekitar 700 kilometer.

Namun, kini total panjang ruas jalan tol telah mencapai 2.893 kilometer. Artinya, sebagian besar jalan tol di Indonesia diperluas selama 10 tahun Jokowi menjabat sebagai kepala negara.

Dengan meluasnya ruas jalan tol, katanya, hal ini dapat mendongkrak ekonomi daerah-daerah setempat. Selain itu, potensi wisata di daerah pun dapat dimaksimalkan.

"Jadi memberikan peningkatan waktu perjalanan pariwisata. Sangat membantu kemudian muncul lah kawasan-kawasan industri, seperti Jawa ada di Batang dan Kendal," ucapnya.

Djoko menjelaskan, kebijakan Jokowi untuk menggenjot infrastruktur, termasuk jalan tol merupakan langkah yang tepat dilakukan. Namun, katanya, pemerintah juga harus detail dalam melakukan pengkajian dalam pembangunan tol di daerah-daerah.

Harapannya, trrafic di jalan tol yang dibangun akan ramai sehingga memicu dampak ekonomi daerah-daerah setempat. Selain itu, penting juga agar pembangunan tol untuk dilakukan secara terstuktur dan tidak terburu-buru sehingga jalan bebas hambatan ini dapat berumur panjang.

"Memang tidak bisa tidak dibangun infrastruktur. Kalau kita ingin maju infrastrukturnya harus maju apapun bentuknya. Entah itu jadikan jalan, dijadikan kereta, pelabuhan ataupun bandara," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon