Pilot Susi Air Bebas, Jokowi Cerita Negosiasi Panjang TNI-Polri
Sabtu, 21 September 2024 | 14:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menanggapi bebasnya pilot Susi Air, kapten Philip Mark Mehrtens, dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Jokowi menjelaskan, pembebasan Kapten Philip merupakan hasil dari proses negosiasi panjang yang dilakukan oleh TNI-Polri dengan memprioritaskan keamanan dan keselamatan Kapten Philip.
"Ya, ini kan proses negosiasi yang sangat panjang dan kesabaran kita untuk tidak melakukan dengan represif, sehingga yang kita prioritaskan adalah keselamatan dari pilot yang disandera, hingga proses panjang yang telah dilakukan TNI Polri yang sudah sangat bagus," jelasnya saat dijumpai di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/9/2024).
Jokowi sangat mengapresiasi kinerja TNI-Polri dalam pembebasan sandera KKB itu.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, pilot Susi Air itu nantinya akan dibawa dari Yaguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan ke rumah sakit untuk dilakukan pemerikaan kesehatan sebelum diterbangkan ke negara asalnya Selandia Baru.
"Saya sangat mengapresiasi dan nanti akan dibawa dari Yaguru ke rumah sakit terlebih dahulu untuk dicek kesehatannya, setelah itu akan diterbangkan," ujar Jokowi.
Saat ditanya soal titik balik diplomasi setelah pembebasan pilot Susi Air dari KKB, Jokowi enggan menyampaikan, tetapi ia memastikan sudah ada proses negosiasi.
"Ya tidak perlu disampaikan, sudah ada proses negosiasi," pungkasnya.
Diketahui, pilot Susi Air kapten Philip Mark Mehrtens akhirnya berhasil dibebaskan setelah disandera kelompok bersenjata Papua pimpinan Egianus Kogoya di wilayah Kabupaten Nduga selama 1,5 tahun.
Pilot berkebangsaan Selandia Baru itu dijemput tim gabungan TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga pada Sabtu (21/9/2024).
Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, Philip berhasil dibebaskan setelah berbagai upaya dilakukan pemerintah.
"Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 selama ini mengedepankan upaya soft approach daripada hard approach," tegasnya.
Faizal menjelaskan, pembebasan melalui pendekatan tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat dari Egianus Kogoya, pimpinan KKB wilayah Nduga yang menyandera Kapten Philip.
"Pendekatan ini penting dilakukan untuk meminimalisasi jatuhnya korban jiwa baik dari aparat, masyarakat sipil, dan sekaligus menjaga keselamatan dari pilot," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




