ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat: Gaya Politik Merangkul ala Prabowo Subianto Sudah Diterapkan Presiden Terdahulu

Senin, 23 September 2024 | 08:30 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto. (Antara/Nyoman Hendra Wibowo)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengomentari gaya politik presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang tampak akan merangkul semua partai politik, baik yang mendukungnya pada Pilpres 2024 maupun yang sebelumnya berada di luar koalisi.

Menurut Adi, kecenderungan politik di Indonesia saat ini tampak meminimalkan keberadaan oposisi di parlemen, bahkan ada upaya untuk menghilangkannya sama sekali. Fenomena ini sering disebut dengan istilah zero opposition.

Fenomena serupa, menurut Adi, pernah terjadi pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Adi melihat besar kemungkinan fenomena tersebut akan kembali terjadi di era pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

ADVERTISEMENT

"Jika PDIP diajak bergabung dan tertarik menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo, maka dapat dipastikan oposisi di parlemen akan lenyap. Tidak akan ada lagi partai politik yang mampu memberikan keseimbangan kekuasaan atau mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah di masa mendatang," jelas Adi Prayitno dalam diskusi yang disiarkan BTV, dipantau Senin (23/9/2024).

"Seluruh partai koalisi cenderung sepakat tanpa adanya perbedaan pandangan terkait keputusan politik apa pun," tambah Adi.

Adi menambahkan, jika semua partai politik berada di dalam pemerintahan, satu-satunya oposisi yang tersisa kemungkinan besar hanya datang dari kalangan di luar parlemen, seperti aktivis mahasiswa, organisasi masyarakat sipil (civil society), dan akademisi.

"Ketika partai politik sudah bergabung dengan pemerintah, biasanya sikap politik mereka akan sejalan dengan kebijakan pemerintah, bahkan ketika kebijakan tersebut tidak berpihak pada rakyat atau menimbulkan kontroversi," kata Adi.

"Atas nama soliditas koalisi, sulit bagi partai-partai yang sudah menikmati kekuasaan politik untuk bersikap berbeda," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo

Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo

SUMATERA SELATAN
Sapi Berbobot 1,15 Ton Asal Tangerang Jadi Hewan Kurban Prabowo

Sapi Berbobot 1,15 Ton Asal Tangerang Jadi Hewan Kurban Prabowo

BANTEN
Pengusaha China Keluhkan Iklim Investasi RI, Purbaya Buka Suara

Pengusaha China Keluhkan Iklim Investasi RI, Purbaya Buka Suara

EKONOMI
Purbaya Pastikan Tak Ada Tax Amnesty kecuali Perintah Prabowo

Purbaya Pastikan Tak Ada Tax Amnesty kecuali Perintah Prabowo

EKONOMI
Politik-Hukum: Harta Prabowo Rp 2 T hingga Pembubaran Film Pesta Babi

Politik-Hukum: Harta Prabowo Rp 2 T hingga Pembubaran Film Pesta Babi

NASIONAL
Bantah Ada Intimidasi, Dudung Tegaskan Prabowo Terbuka Dikritik

Bantah Ada Intimidasi, Dudung Tegaskan Prabowo Terbuka Dikritik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon