ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemdiktisaintek Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Dana Pendidikan Tinggi Imbas Efisiensi Anggaran

Selasa, 18 Februari 2025 | 20:35 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menteri Satryo Soemantri.
Menteri Satryo Soemantri. (Beritasatu.com/Joanito de Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan, tidak ada pemotongan anggaran dalam sektor pendidikan tinggi, khususnya terkait beasiswa dan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan berkurangnya alokasi dana pendidikan akibat efisiensi anggaran pemerintah.

Satryo menegaskan, pendidikan adalah hak dasar bagi setiap warga negara. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk tetap memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

ADVERTISEMENT

“Pendidikan adalah hak semua warga negara. Tidak ada pemotongan alokasi anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa dan KIP-K,” ujar Satryo dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).

Ia melanjutkan, meskipun pemerintah tengah melakukan langkah-langkah efisiensi anggaran, hal ini tidak berdampak pada alokasi anggaran pendidikan tinggi untuk beasiswa maupun KIP Kuliah. Maka, mahasiswa penerima manfaat program tersebut tidak perlu khawatir akan adanya penurunan jumlah bantuan yang diterima.

“Kami memastikan bahwa dalam proses efisiensi yang sedang dilakukan, tidak ada pemotongan anggaran pendidikan tinggi, terutama yang berkaitan dengan beasiswa dan KIP Kuliah. Dengan demikian, biaya uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi tidak akan mengalami kenaikan,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai isu yang berkembang di masyarakat mengenai kemungkinan pengurangan anggaran pendidikan yang berujung pada meningkatnya beban finansial mahasiswa.

Pemerintah, melalui Kemdiktisaintek, tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas biaya pendidikan tinggi serta memastikan bahwa seluruh mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetap mendapatkan dukungan yang layak.

Sebagai langkah nyata, pemerintah juga terus meningkatkan efektivitas dan transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan. Hal ini bertujuan agar setiap rupiah yang dialokasikan dapat dimanfaatkan dengan optimal demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Dengan adanya kepastian terkait efisiensi anggaran pendidikan tinggi, diharapkan mahasiswa dan calon mahasiswa dapat lebih tenang dalam merencanakan pendidikan mereka tanpa harus khawatir akan kenaikan biaya atau berkurangnya bantuan yang mereka terima. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WFH ASN Belum Pasti, Menkeu Tunggu Harga Minyak Dunia

WFH ASN Belum Pasti, Menkeu Tunggu Harga Minyak Dunia

NASIONAL
Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

JAKARTA
Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Makassar Sukses Hemat hingga Rp 60 M

Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Makassar Sukses Hemat hingga Rp 60 M

SULAWESI SELATAN
Purbaya Tak Keberatan Gaji Menteri Dipotong hingga 25 Persen

Purbaya Tak Keberatan Gaji Menteri Dipotong hingga 25 Persen

EKONOMI
WFH Jurus Hemat di Tengah Perang

WFH Jurus Hemat di Tengah Perang

B-PLUS
Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon