KKP Masih Kaji Rencana Konsep Pembangunan Giant Sea Wall
Rabu, 7 Mei 2025 | 23:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih mengkaji rencana pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa. Meski giant sea wall menjadi prioritas pemerintah, KKP mengutamakan upaya menjaga ekosistem dan sumber daya ikan yang berada di laut dan pesisir.
Direktur Perencanaan Ruang Perairan KKP Abdi Tunggal Prianto mengatakan konsep detail pembangunan hingga teknis dari konstruksi giant sea wall tersebut juga masih dikaji Kementerian Bappenas, Kemenko Perekonomian dan termasuk KKP.
"Nah perhatian kami adalah bagaimana menjaga ekosistem dan juga sumber daya ikan yang ada di Teluk Jakarta ya terutama atau di Pantura dan juga menjaga aksesibilitas dari nelayan yang ada di sana," ungkap Abdi kepada wartawan, Rabu (7/5/2025).
Abdi menjelaskan sampai saat ini, KKP lebih memprioritaskan aksesibilitas nelayan beserta sumber daya ikan dan ekosistem laut. Hal ini menurutnya, tetap perlu diutamakan meski pembangunan giant sea wall juga harus tetap dilakukan khususnya di Teluk Jakarta saat ini.
"Artinya keseimbangan antara pembangunan fisik dan juga pelestarian ekosistem harus menjadi landasan bagi kegiatan ini begitu," katanya.
Lebih lanjut, Abdi mengungkapkan KKP sangat mendukung pembangunan giant sea wall terutama apabila mengedepankan konstruksi terbuat secara natural, yakni menggunakan tumbuhan mangrove.
"Karena konsepnya masih dibahas, kami akan memberikan semacam prioritas-prioritas untuk menggunakan metode-metode yang lebih natural termasuk menggunakan mangrove dan sebagainya," jelas Abdi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan langkah pemerintah hendak membangun giant sea wall.
AHY mengatakan giant sea wall akan dibangun secara paralel melalui pendekatan grey and green solution, guna menyiasati efisiensi anggaran pemerintah dan kebutuhan utama kondisi setiap pesisir pulau yang berbeda-beda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




