Peringatan Tsunami Belum Dicabut, BNPB Imbau Warga Menjauhi Pantai
Rabu, 30 Juli 2025 | 19:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat untuk sementara menjauhi kawasan pantai, khususnya di 10 kota dan kabupaten yang berada dalam status peringatan tsunami.
Menurut Abdul, propagasi gelombang tsunami dari samudra masih berlangsung sehingga diperlukan kewaspadaan hingga BMKG mencabut peringatan dini. “Imbauannya, masyarakat untuk sementara menjauhi daerah pantai sampai BMKG menghentikan peringatan dini tsunami,” kata Abdul dalam konferensi pers daring, Rabu (20/7/2025) petang.
Abdul menjelaskan, masyarakat dapat kembali ke rumah setelah BMKG menyatakan kondisi all clear atau aman.
Sejak pukul 12.00 WIB, laporan yang diterima BNPB menunjukkan sejumlah warga telah melakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi. Abdul menilai langkah tersebut sebagai respons positif terhadap peringatan dini tsunami.
“Inilah yang kita harapkan, masyarakat merespons peringatan dini tsunami dengan cepat. Kalau tsunami tidak berbahaya, itu syukur alhamdulillah, tetapi kalau berbahaya, masyarakat sudah berada di daerah ketinggian,” ujarnya.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan status waspada tsunami dengan estimasi ketinggian gelombang di bawah 50 sentimeter untuk 10 wilayah di Indonesia bagian timur. Gelombang pertama diperkirakan tiba di Sarmi pada pukul 16.30 WIT.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




