Syarikah dan Kesehatan Jadi Sorotan dalam Evaluasi Haji 2025
Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memaparkan sejumlah evaluasi penyelenggaraan haji 2025. Evaluasi tersebut mencakup persoalan syarikah hingga kesehatan jemaah.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2025). “Kami tadi menyampaikan beberapa poin, jadi perhatian kami selama proses haji 2025. Itu sekaligus juga menjadi catatan untuk perbaikan pada 2026,” ujar Gus Irfan.
Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah syarikah. Polemik ini muncul karena adanya ketidaksesuaian data jemaah antara pihak Indonesia dengan data syarikah di Arab Saudi. “Banyak jemaah yang terpisah karena data kita tidak sinkron dengan data mereka,” jelasnya.
Selain itu, Gus Irfan menyoroti tingginya kasus kesehatan dan angka kematian jemaah haji tahun ini. Ia menegaskan, perbaikan layanan kesehatan menjadi prioritas utama dan akan diatur lebih tegas dalam Rancangan Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (revisi UU Haji) yang baru disahkan.
“Kita ingin SOP kesehatan benar-benar diterapkan. Tahun lalu sudah ada, tetapi belum maksimal karena beberapa kendala. Tahun ini akan kita upayakan meski risikonya kami menjadi kurang populer,” tegasnya.
Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan agar penyelenggaraan haji 2026 berjalan lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




