Mendagri: Ada 107 Titik Aksi sejak 25 Agustus, 9 Provinsi Rusuh
Selasa, 2 September 2025 | 17:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan aksi unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa terjadi pada 107 titik lokasi dalam 32 provinsi di Indonesia sejak 25 Agustus 2025. Demo diwarnai kerusuhan terjadi di sembilan provinsi.
"Kami mencatat ada 107 titik aksi di 32 provinsi sejak 25 Agustus 2025," kata Tito saat memimpin rapat koordinasi (rakor) inflasi secara daring di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemendagri, Selasa (2/9/2025).
Dalam tayangan presentasi peta titik lokasi aksi, sejumlah provinsi ditandai dengan warna merah dan kuning. Warna kuning, kata Tito, pertanda unjuk rasa berjalan kondusif, sedangkan warna merah aksinya berjalan rusuh.
"Untuk yang merah, itu terjadi di Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat, yang kami catat berakhir kerusuhan berupa pengerusakan dan pembakaran," terang Tito.
Sebelumnya, dua pimpinan organisasi serikat buruh, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai ada “penumpang gelap” yang menyusupi aksi unjuk rasa di Jakarta pekan lalu hingga berujung kerusuhan.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan kelompok perusuh yang membakar fasilitas umum diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang.
“Ada terasa benar (penumpang gelap), dan teman-teman buruh sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Saya minta, saya perintahkan ikut bersama pemerintah daerah untuk mengamankan aset negara. Itu kan yang dibakar-bakar itu aset negara, uang publik juga,” ujar Said saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




