ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

7 PMI Terlantar di Afrika Berhasil Dipulangkan ke Tanah Air

Rabu, 3 September 2025 | 18:16 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
 Perwakilan KBRI Yaounde, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, dan jajaran Pemkab Madiun saat menerima kepulangan para pekerja migran asal Madiun dan Magetan yang terlantar di Afrika di kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Rabu 3 september 2025.
Perwakilan KBRI Yaounde, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, dan jajaran Pemkab Madiun saat menerima kepulangan para pekerja migran asal Madiun dan Magetan yang terlantar di Afrika di kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Rabu 3 september 2025. (Antara/Antara)

Madiun, Beritasatu.com – Tujuh pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun dan Magetan, Jawa Timur yang diduga menjadi korban perdagangan orang serta terlantar di Guinea Ekuatorial, Afrika, akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi yang menyambut kepulangan mereka menyampaikan proses pemulangan dilakukan melalui dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde, Kamerun.

“Berkat kerja sama antara KBRI Yaounde, Pemerintah Kabupaten Madiun dan Magetan, serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), tujuh PMI ini dapat kembali ke Indonesia,” ujar Purnomo di Madiun, Rabu (3/9/2025) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Ia juga berpesan kepada masyarakat Madiun yang berencana bekerja di luar negeri agar selalu menempuh jalur resmi, sehingga terhindar dari risiko masalah hukum maupun perlindungan di negara tujuan.

Salah seorang PMI bernama Agung, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, menuturkan keberangkatannya ke Guinea Ekuatorial bermula dari tawaran kerja seorang perekrut pada Agustus 2024.

Karena seluruh biaya perjalanan dan administrasi ditanggung perekrut, tawaran itu tampak menguntungkan, terlebih dirinya sedang membutuhkan pekerjaan. Namun, setibanya di sana, kontrak kerja tidak jelas, izin tinggal tidak diurus, dan fasilitas hidup sangat minim.

“Kami hanya tinggal di mes sederhana di perkampungan warga, diberi uang makan seadanya, dan bekerja menebang kayu keras serta mengoperasikan alat berat,” kata Agung.

Sekretaris Kedua KBRI Yaounde, Anindita Aji Pratama, menjelaskan para PMI awalnya dijanjikan bekerja di sebuah perusahaan kayu. Sayangnya, pihak perusahaan tidak mengurus dokumen legalitas dan juga tidak membayar gaji sesuai perjanjian.

“Sejak Agustus 2024, mereka sudah meminta dipulangkan tetapi proses evakuasi dari pedalaman Guinea Ekuatorial ke Kamerun cukup sulit dan memakan waktu. Agen perekrut pun tidak kooperatif dan menolak bertanggung jawab,” jelasnya.

Bahkan, tim KBRI sempat ditolak masuk ke wilayah Guinea Ekuatorial sebelum akhirnya berhasil setelah melakukan negosiasi diplomatik selama dua hari.

“Seluruh biaya kepulangan, mulai dari visa, akomodasi, konsumsi, hingga tiket pesawat ditanggung KBRI Yaounde bersama Pemerintah Kabupaten Madiun dan Magetan serta Kementerian P2MI,” tambah Anindita.

Duta Besar RI untuk Kamerun dan Guinea Ekuatorial turut mengingatkan calon PMI agar lebih berhati-hati menerima tawaran kerja, khususnya di kawasan Afrika Tengah pada sektor perkayuan yang rentan pelanggaran.

KBRI juga menegaskan pentingnya pemberangkatan melalui jalur resmi yang difasilitasi Kementerian P2MI agar hak-hak pekerja migran tetap terlindungi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pulangkan 217 PMI, KBRI Kuala Lumpur Prioritaskan Kelompok Rentan

Pulangkan 217 PMI, KBRI Kuala Lumpur Prioritaskan Kelompok Rentan

NASIONAL
Polresta Barelang Gagalkan Keberangkatan 78 PMI Ilegal ke Malaysia

Polresta Barelang Gagalkan Keberangkatan 78 PMI Ilegal ke Malaysia

KEPULAUAN RIAU
200 PMI Diberangkatkan ke Jepang lewat Program SMK Go Global

200 PMI Diberangkatkan ke Jepang lewat Program SMK Go Global

NASIONAL
Menteri P2MI Siapkan Evakuasi PMI Antisipasi Konflik Timur Tengah

Menteri P2MI Siapkan Evakuasi PMI Antisipasi Konflik Timur Tengah

NASIONAL
Konflik Timur Tengah, Calon Pekerja Migran Tangerang Batal Berangkat

Konflik Timur Tengah, Calon Pekerja Migran Tangerang Batal Berangkat

BANTEN
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Siapkan Pemulangan PMI

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Siapkan Pemulangan PMI

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon