ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Profil Laurentius Amrih Jinangkung, Dubes RI untuk Belanda

Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:24 WIB
R
TE
Penulis: Roisatunnisa | Editor: TCE
Dubes RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung.
Dubes RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung. (Dok Kemenlu/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Laurentius Amrih Jinangkung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Belanda pada Rabu (8/10/2025), di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Diplomat senior yang dikenal berintegritas tinggi ini akan berkedudukan di Den Haag, pusat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda yang memiliki sejarah panjang, kerja sama strategis, serta pengaruh penting dalam bidang ekonomi dan kebudayaan.

Profil Laurentius Amrih Jinangkung

Laurentius Amrih Jinangkung lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 18 Juli 1967. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Yogyakarta dan menamatkan sekolah di SMA Kolese De Britto, salah satu sekolah bergengsi di kota tersebut.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, Amrih melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) dan berhasil meraih gelar sarjana hukum.

Ia kemudian menempuh studi lanjut di Cornell Law School, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar master of laws (LLM). Kombinasi pendidikan hukum nasional dan internasional membuat Amrih dikenal sebagai sosok diplomat yang memahami diplomasi modern berbasis regulasi global.

Keahliannya di bidang hukum internasional juga memperkuat reputasinya sebagai negosiator ulung dalam penyusunan berbagai perjanjian bilateral dan multilateral.

Amrih Jinangkung memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) pada 1993. Sejak awal, dia dikenal sebagai diplomat yang teliti, berdedikasi, dan memiliki pemahaman mendalam mengenai isu hukum serta perbatasan negara.

Pada periode 2000–2003, Amrih bertugas di KBRI Washington DC sebagai sekretaris II. Setelah kembali ke Indonesia, dia dipercaya menjadi kepala departemen hukum dan batas laut di Kemenlu hingga 2006.

Tak lama kemudian, dia kembali ditugaskan ke luar negeri sebagai konselor politik di KBRI Den Haag, Belanda, hingga 2010. Pengalaman ini memperkuat pemahamannya terhadap dinamika hubungan strategis antara Indonesia dan Belanda, terutama dalam konteks kerja sama dengan negara-negara Uni Eropa.

Seusai bertugas di Eropa, Laurentius Amrih Jinangkung dipercaya menjabat sebagai wakil direktur hukum dan perjanjian ekonomi hingga 2017. Dalam perannya tersebut, dia terlibat aktif dalam berbagai perundingan internasional yang memperkuat posisi Indonesia di bidang hukum maritim, perdagangan, dan hubungan antarnegara.

Pada 2020, Presiden Joko Widodo yang masih menjabat saat itu, menunjuk Amrih sebagai duta besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, yang berkedudukan di Roma.

Dalam masa jabatannya hingga 2023, dia berhasil mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan, khususnya dalam bidang kemanusiaan, kebudayaan, dan dialog lintas agama.

Kinerjanya di Vatikan mendapat apresiasi tinggi karena dinilai sukses membangun citra positif Indonesia di dunia internasional dan memperkuat diplomasi berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

Sekembalinya ke Tanah Air, Laurentius Amrih Jinangkung diangkat sebagai direktur jenderal hukum dan perjanjian internasional Kementerian Luar Negeri pada 27 April 2023.

Dalam posisi strategis ini, dia memimpin berbagai negosiasi hukum global dan berperan penting dalam perumusan kebijakan luar negeri Indonesia yang berlandaskan kepentingan nasional.

Kepiawaiannya di bidang hukum internasional dan diplomasi membuatnya kembali dipercaya mewakili Indonesia di panggung global. Pengangkatannya sebagai duta besar RI untuk Belanda menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan historis, ekonomi, dan kebudayaan antara kedua negara.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia diplomasi, Laurentius Amrih Jinangkung dikenal sebagai sosok yang tenang, rasional, dan berorientasi pada hasil. Ia menekankan pentingnya diplomasi berbasis hukum, kerja sama strategis, serta perlindungan kepentingan nasional Indonesia di luar negeri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon