Gempa M 4,6 Tangerang, Anggota DPR Dorong BMKG Percepat Informasi
Minggu, 22 Februari 2026 | 03:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gempa bumi magnitudo (M) 4,6 mengguncang wilayah Tangerang, Banten, pada Sabtu (21/2/2026) malam, dirasakan oleh sejumlah warga. Meski getaran terasa, informasi detail mengenai gempa tersebut belum tersampaikan secara jelas oleh BMKG, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.
Anggota Komisi V DPR Danang Wicaksana menyoroti pentingnya BMKG untuk segera menyampaikan informasi gempa dan potensi risiko lanjutan, minimal terkait kemungkinan dirasakan, agar masyarakat bisa merespons dengan cepat.
“Kami selalu mendorong BMKG agar setiap deteksi seismik langsung diinformasikan. Percepatan informasi sangat penting untuk mitigasi risiko dan keselamatan warga,” ujar Danang dari Fraksi Gerindra ini kepada Beritasatu.com, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.
Menurut Danang, BMKG memiliki jaringan sensor seismik yang beroperasi 24 jam di seluruh Indonesia, bagian dari sistem earthquake early warning. Namun, teknologi ini belum bisa memprediksi waktu, titik, dan intensitas gempa secara presisi sebelum terjadi.
"Informasi biasanya disebarkan melalui pengumuman resmi, media sosial, dan aplikasi BMKG," tegasnya.
Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 4,6 terjadi di wilayah Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, pada pukul 19.23 WIB dengan kedalaman menengah. Gempa tersebut sempat terdeteksi oleh sejumlah sensor seismik, tetapi intensitas guncangan di permukaan relatif lemah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
BMKG Warning! Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Lebat Malam Ini




